img-logo img-logo
KPTA Surabaya Hadiri Resepsi Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor Bersama Presiden RI
KPTA Surabaya Hadiri Resepsi Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor Bersama Presiden RI
Tanggal Rilis Berita : 20 September 2026, Pukul 20:01 WIB, Telah dilihat 160 Kali

KPTA Surabaya Hadiri Resepsi Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor Bersama Presiden RI

Ketua Pengadilan Tinggi Agama (KPTA) Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., menghadiri Resepsi Kesyukuran Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor yang diselenggarakan di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

.

Peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut menjadi momentum bersejarah yang mempertemukan keluarga besar Gontor, para alumni, asatidz, tokoh nasional dan internasional, serta sejumlah pejabat negara dan perwakilan negara sahabat. Ribuan santri turut hadir dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Masjid Jami, dan area pondok.

Kehadiran KPTA Surabaya menjadi bagian dari undangan kehormatan dalam perhelatan satu abad perjalanan Gontor yang telah memberikan kontribusi dalam bidang pendidikan Islam dan pembentukan karakter generasi bangsa.

Acara turut dihadiri secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan apresiasi terhadap kiprah Pondok Modern Darussalam Gontor dalam melahirkan generasi penerus bangsa. Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk para santri, untuk terus membangun Indonesia yang kuat, mandiri, dan berdaulat.

Presiden menekankan pentingnya kemandirian bangsa, khususnya dalam bidang pangan dan energi. Menurut Presiden, Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dan tidak bergantung kepada bangsa lain. Para santri juga didorong untuk menjadi generasi penerus yang memiliki tanggung jawab, kekuatan mental, intelektual, serta jiwa kepemimpinan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat dalam membangun bangsa. Pesantren diharapkan terus menjalankan perannya dalam bidang pendidikan dan pembentukan karakter, sekaligus memahami dinamika kebangsaan sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara.

.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 70–73 dan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Badan Wakaf Gontor. Selanjutnya, pimpinan Pondok Modern Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, menyampaikan sambutan mengenai perjalanan sejarah, filosofi, serta perjuangan Gontor sejak didirikan pada tahun 1926.

Dalam satu abad perjalanannya, Pondok Modern Darussalam Gontor berkembang menjadi salah satu institusi pendidikan Islam yang memiliki jaringan luas. Sistem pendidikan Gontor mengintegrasikan pendidikan agama, pengembangan karakter, kepramukaan, olahraga, seni, serta berbagai keterampilan sebagai bagian dari pendidikan yang holistik.

Nilai-nilai keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian (berdikari), ukhuwah Islamiyah, kebebasan berpikir, keberanian, serta pendidikan holistik menjadi bagian penting dari filosofi pendidikan yang terus dikembangkan Gontor.

Momentum satu abad tersebut juga menjadi ruang refleksi atas kiprah para alumni Gontor yang telah berkontribusi di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, pendidikan, keagamaan hingga dunia usaha. Lebih dari 1.500 pesantren alumni disebut telah tersebar di berbagai wilayah Nusantara, meneruskan nilai dan metode pendidikan yang diperoleh dari Gontor.

.

Selain Presiden RI, acara juga dihadiri Wakil Grand Syekh Al-Azhar, Prof. Dr. Muhammad Abdurahman Maskur, yang menyampaikan salam dan doa dari Imam Besar Al-Azhar, Mesir.

Dalam sambutannya, Wakil Grand Syekh Al-Azhar memberikan apresiasi terhadap Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya menekankan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan kepribadian, akhlak, dan peradaban umat.

Hubungan antara Gontor dan Al-Azhar juga disebut sebagai bagian dari sinergi dalam pengembangan kader ulama dan pemimpin masa depan.

Pada rangkaian acara tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto turut menerima buku dan mushaf Al-Qur’an Gontor sebagai simbol kontribusi Gontor bagi Indonesia dan umat Islam. Acara kemudian dilanjutkan dengan penayangan video perjalanan sejarah Gontor serta peresmian Balai Pertemuan Pondok Modern dan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) oleh Presiden RI.

Rangkaian resepsi ditutup dengan doa dan selawat bersama serta sesi foto bersama seluruh tamu undangan.

Peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi momentum syukur sekaligus refleksi atas perjalanan panjang lembaga pendidikan tersebut. Semangat pendidikan, kemandirian, persatuan, dan pengabdian kepada umat dan bangsa diharapkan terus menjadi bagian dari perjalanan Gontor dalam memasuki abad berikutnya.

Belum ada komentar, jadilah yang pertama Komentar !