Berita Pengadilan Tinggi Agama Surabaya
Pembinaan di Ngawi dengan Pengadilan Agama se Kordinator Madiun
Tanggal Rilis Berita : 20 Agustus 2021, Pukul 14:02 WIB, Telah dilihat 592 Kali

Pengadilan Tinggi Agama Surabaya melakukan pembinaan dengan Pengadilan Agama sekordinator Madiun yang dihadiri oleh Ketua,Panitera dan Sekretaris sekoorninator Madiun, Dalam Pembinaan tersebut disampaikan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Drs.Muhammad Yamin Awie,SH.MH bahwa saat ini dalam melayani masyarakat harus hati hati dan berpegang pada aturan yang ada terutama meja 1 jangan menolak perkara prodeo karena Pengadilan tidak boleh menolak siapapun yang mendaftar perkara begitu juga apabila ada pihak mengajukan perlawanan diterima saja nanti urusan Majlis yang akan memeriksa. Begitu juga saat aanmaning harus memperthatikan asas berimbang kepada kedua belah pihak supaya tidak dikatakan memihak pihak lainnya, pada saat sidang sebaiknya HP jangan dibawa keruang sidang supaya konsentrasi dalam pemeriksaan perkara dan tidak ada WA sambil sidang hal ini untuk menjaga agar etika persidangan dijaga. Tatacara renvoi sudah banyak yang melupakan oleh karena itu Ketua wajib mengingatkan Panitera Pengganti melalui rapat dinas supaya administrasi lebih tertib. Adapun untuk perkara e-litigasi pemeriksaan Tergugat jarak jauh dengan Zoom metting/ media on line agar dituangkan dalam berita acara sidang yang lengkap disertai alasan dilakukan pemeriksaan dengan daring. 

DSC-9800


Selanjutnya Pembinaan oleh Wakil Ketua PTA Surabaya : 

Disini oleh karena tugas saya selaku Kordinator Pengawasan maka kami sampaikan masalah pengawasan  dan yang harus dipahami bahwa Pengawasan ada 2 yaitu pengawasan internal dan pengawasan eksternal , pengawasan internal meliputi ( APIP, HAWASBID,HAWASDA, BAWAS, WASKAT) dan pengawasan ekternal ( BPK, BPKP, KY , DPR, OMBUSDMAN). Untuk itu perlu dilakukan tindakan preventif yaitu dengan melakukan pencegahan terhadap pelanggaran, oleh karena itu SOP harus sering dievaluasi apakah masih relevan dan masing masing pegawai/ pejabat di mejanya harus ada SOP dan peraturan peraturan lain yang terkait dengan Tupoksinya . Saat ini harus berani keluar dari Zona nyaman menuju zona berintegritas, pengawasan tidak hanya kinerjanya tapi juga perilaku baik kedinasan maupun non kedinasan. Sebagai pimpinan harus selalu melakukan pembinaan kepada bawahan terkait keteladanan dan keimanan supaya bisa mengontrol prilaku perbuatan aparatur. Kami ucapkan Selamat untuk Pengadilan Agama yang lolos diajukan WBBM dan WBBK dan bagi yang belum semoga tahun depan dapat meraih predikat WBK/ WBBM dan harus disiapkan mulai sekarang. Zona Integritas adalah sesuatu yang rutinitas sedangkan Tim hanya menformalkan saja, pelaksana setiap pejabat dan staf dalam pekerjaan sehari hari dan setiap pegawai harus dilibatkan dalam pembangunan Zona integritas dengan demikian Zona Integritas ada dihati tidak hanya sekedar diucapkan demikian yang disampaikan Dr.Drs Muh Abduh Sulaeman,SH.MH selaku wakil ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya.

DSC-9801

Pembinaan berikutnya oleh Panitera PTA Surabaya.

Sehubungan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya dan BPN Prov telah melakukan MOU maka jika didaerah menemuhi kesulitan masalah pengukuran tanah atau hal hal lain yang berkaitan pelaksanaan decente, sita maupun eksekusi dengan BPN supaya menghubungi PTA dan akan dikordinasikan dengan BPN Prov supaya bisa segera ditindak lanjuti sehingga kendala kendala yang terjadi dapat diatasi.

Anjungan gugatan Mandiri sebagai salah satu layanan ,saat ini belum dimaksimalkan penggunaanya oleh Pengadilan Agama oleh karena itu masing masing Pengadilan Agama harus segera memaksimalkan penggunaanya dengan menunjuk petugas untuk memandu dan mensosialisakan kepada pencari keadilan, dan dalam gugatan mandiri harus dilengkapi template gugatan hak hak perempuan pasca perceraian.

Brosur brosur hak hak perempuan pasca perceraian harus ada di meja PTSP dan petuga PTSP harus memahami dan mampu menginformasikan dengan jelas kepada masyarakat sehingga tidak ada lagi perempuan yang tidak memperoleh haknya selesai cerai.

Layanan defabel seyogyanya dijadikan menjadi satu dengan PTSP yang selanjutnya dilengkapi dengan huruf brille ( prosedur mengajukan perkara, KHI, Undang Undang Perkawinan ) dan ada petugas khusus yang bisa menterjemahkan dalam bahasa isyrat, hal ini sebagai wujud peningkatan layanan Pengadilan begitu juga pemakaian name tage bagi pengunjung harus berpedoman pada surat edaran Dirjen Badilag, hal ini untuk menjaga adanya calo yang masuk diwilayah layanan .

Masih banyak pengiriman banding yang kurang tepat waktu dan kekurangan kelengkapannya oleh karena itu sebelum berkas dikirim agar diteliti lagi oleh Panitera jangan diserahkan sepenuhnya kepada staf dan perlu diperhatikan penilaian kinerja Satker kusus perkara banding meliputi dua hal ketepatan waktu pengiriman dan kelengkapan berkas sehingga disini kelengkapan berkas agar diperhatikan betul karena kalau lebih dari satu hari baru melengkapi nilainya kurang dari 5 . Khusus perkara banding e-court petugas e-court seyogyanya jangan satu agar sewaktu waktu mutasi tidak menjadi masalah dan setiap perkara yang telah diverifikasi oleh PTA maka Pengadilan Agama Pengaju segera menindak lanjuti supaya segera diregester sehingga pelayanan bisa maksimal diberikan kepada masyarakat untuk mewujudkan Pengadilan yang modern berkelas dunia  demikian yang disampaikan oleh Panitera PTA Surabaya HJ SITI ROMIANI,SH.MH.

DSC-9802

Pembinaan oleh Skretaris PTA Surabaya H.Agus Widyo Susanto.SH.MH

Membangun sinergi dan Harmoni semua aparatur. Kondisi ideal dalam setiap Satker: sistem yang terukur, pimpinan yang tegas , terpercaya dan asipratif. Tiga hal yang diperbaiki trus menerus yaitu :       niat iklas, pola pikir dan budaya kerja.Cara meperbaiki Niat adalah kerja adalah ibadah, semua pelayanan bernilai ibadah dan kalau mendapat gaji dan tunjangan itu sebagian kecil saja.Cara memperbaiki pola pikir adalah secara terus menerus mengembangkan diri dengan membuka wawasan dan ilmu baru, siap menerima masukan dari orang lain dan siap perubahan kearah yang lebih baik.Cara memperbaiki budaya kerja adalah bahwa sekarang pola kerja ada WFH dan WFO. Kita belum siap dengan pola kerja dirumah oleh karena itu siap bekerja darimana saja dan kapan saja saat sistem sudah berjalan. Oleh karena itu dalam membangun sinergi dan Hormoni diharapkan para Sekretaris selaku supporting system harus secara intensif melakukan komonikasi dengan pimpinan dan Panitera untuk menyampaikan ide ide. Usahakan ada pertemuan berkala dengan staf, membangun kekeluargaan dikantor jika ada yang sakit, melahirkan, menikah maupun kematian, dan jika ada masalah kantor jangan dipendam sendiri sampaikan kepimpinan agar mendapat solusi jangan sampai melapor kesa kesini. Kita ingin semua Pengadilan Agama se Jawa Timur KOMPAK terbangun sinergi dan Harmoni demikian pembinaan yang disampaikan oleh Sekretaris PTA Surabaya.

Belum ada komentar, jadilah yang pertama Komentar !