Berita Pengadilan Tinggi Agama Surabaya
Bimbingan Teknis Peradilan Online: Sita dan Eksekusi
Tanggal Rilis Berita : 26 Agustus 2021, Pukul 01:37 WIB, Telah dilihat 416 Kali

Surabaya - Rabu, 25 Agustus 2021 dilakukannya Bimbingan Teknis Peradilan Online: Sita dan Eksekusi. Acara ini dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting dan dilakukan di Comand Center Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Acara ini diadakan oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama (Dirjen Badilag). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Drs. H. Mohammad Yamin, S.H., M.H selaku ketua PTA Surabaya, Dr. Drs. H. Muh Abduh Sulaeman S.H., M.H selaku Wakil Ketua PTA Surabaya, Hj. Siti Romiyani selaku Panitera PTA Surabaya dan beberapa pejabat PTA Surabaya lainnya.

 

1


 

2

 

Acara ini dipimpin oleh moderator Dr. Sultan, S.Ag., S.H., M.H selaku Kepala Sub Direktorat Mutasi Hakim Dirjen Badilag MA RI dan narasumber yang mengisi materi mengenai Sita dan Eksekusi adalah Drs. H. Mohammad Yamin, S.H., M.H selaku ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya.

Acara ini diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI Bapak Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H. Dalam kesempatan tersebut beliau, menyatakan dan menyampaikan kepada seluruh KPTA “Identifikasikan putusan yang belum dieksekusi”. Beliau juga meminta untuk mencari tahu penyebab permasalahan yang membuat belum dilakukannya eksekusi yang kemudian hal tersebut dilaporkan ke Badilag supaya dapat dievaluasi. Beliau menyatakan “Masih banyak putusan Hakim yang saat ini tidak bisa dilakukan eksekusi sehingga pihak hanya menang diatas kertas, oleh karena itu pada saat melakukan sita Jurusita, Panitera harus didampingi paling tidak didampingi RT atau kepala desa agar tidak terjadi kesalahan dalam mencatat batas batas sehingga saat dieksekusi tidak timbul masalah. Ketua Pengadilan Tinggi agar segera menginfentarisir berapa banyak eksekusi yang tidak bisa dilaksanakan dan apa alasannya setelah itu untuk segera dilaporkan ke Badilag”

Berdasarkan pernyataan sebelumnya Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H., M.H memberikan waktu 1 pekan kepada PTA untuk mengidentifikasi putusan yang belum dieksekusi dan kemudian Badilag akan mengevaluasinya. Direktur Jenderal Badilag juga meminta supaya pengadilan agama proaktif terhadap dinamika permasalahan yang ada dan terus melakukan suatu perkembangan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Demikian disampaikan dalam sambutannya oleh DR.Acco Noor selaku Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI.


 

3


 

4

 

Setelah sambutan oleh Direktur Jenderal Badilag dilanjutkan dengan penyampaian materi yang disampaikan oleh Drs. H. Mohammad Yamin Awie, S.H., M.H. selaku Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. “Putusan adalah masalah prestige dan mahkota bagi hakim. Persoalan eksekusi adalah persoalan wibawa. Kegagalan eksekusi dengan sendirinya akan merobek kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dan kepada Pengadilan Khususnya “demikian kalimat pembukaan yang disampaikan nara sumber.

Banyak dikalangan orang awam mengatakan bahwa putusan Pengadilan itu hanya diatas kertas saja,karena ratusan bahkan ribuan jumlahnya putusan Pengadilan yang tidak terlaksana eksekusinya karena bermacam macam sebab.Ada permasalahan yang timbul dilapangan saat dilaksanakan eksekusi , misalnya adanya perlawanan secara fisik dan tereksekusi dengan melibatkan preman. Ada pula yang disebabkan karena kurangnya persiapan dan kesempatan waktu untuk mempertimbangkan dari petugas yang melaksanakan eksekusi, baik persiapan dari segi materiil maupun moril.

5 Azaz eksekusi yang harus diperhatikan :

Pada dasarnya tidak semua putusan dapat dijalankan 

Pada azaznya suatu putusan Pengadilan baru dapat dieksekusi jika :

  1. Putusan telah mempunyai kekuatan hukum tetap kecuali dalam putusan serta merta, pelaksanaan putusan provisi, akta perdamaian, eksekusi terhadap grose akta, eksekusi atas hak tanggungan dan jaminan fidusia.
  2. Amar putusan mengandung penghukuman ( bersifat Comdemnatoir ).
  3. Tergugat tidak mau melaksanakan putusan secara sukarela.
  4. Adanya permohonan dari penggugat agar Pengadilan melaksanakan putusan.
  5. Eksekusi atas perintah dan dibawah pimpinan ketua Pengadilan.

 

Memang banyak problem yang timbul saat pelaksanaan eksekusi, yang pasti harus dipahami azas tersebut sehingga tentunya akan membantu penyelesaian. Salah satu penanya dari Pengadilan Agama Barabai Kalimantan Selatan “Kami ada permintaan bantuan sita eksekusi apakah harus diteliti lebih dahulu apakah sudah pernah diletakkan sita jaminan sebelumnya dan jika ada permohonan eksekusi sebelum tanggal pelaksanan pihak Termohon ekseksekusi meninggal dunia bagaimana langkahnya.” Jika ada permintaan sita eksekusi langsung saja dilaksanakan sita eksekusi jika untuk pembayaran sejumlah uang namun jika eksekusi riil tidak perlu dilakukan sita eksekusi jadi dilihat amarnya lebih dahulu dan jika pihak Termohon eksekusi meninggal dunia lebih dahulu maka penerusnya adalah ahli warisnya demikian. Sebagai salah satu problem yang ada saat eksekusi semoga dengan dilakukan pelatihan dapat menambah wawasan ilmu demikian disampaikan oleh nara sumber. Sebelum acara ditutup oleh Moderator maka disampaikan bahwa perkembangan eksekusi ini sangat luas masalah masalah yang timbul banyak sekali oleh karena itu semoga dilain waktu pelatihan bimbingan teknis bisa dilanjut lagi sehingga semua permasalahan bisa terjawab dan bagi yang belum dijawab akan saya kirimkan ke nara sumber supaya bisa dijawab secara  tertulis. Demikian yang disampaikan oleh moderator sebelum  menutup acara hari ini. (ver/cit/rum)

Belum ada komentar, jadilah yang pertama Komentar !