Optimalisasi Tata Kelola dan Akuntabilitas, PTA Surabaya Gelar Pembinaan di PA Banyuwangi
Banyuwangi — Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya melaksanakan kegiatan pembinaan serta monitoring dan evaluasi (monev) pengawasan reguler dan pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Pengadilan Agama Banyuwangi pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas kinerja serta memastikan pelaksanaan tugas peradilan berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur dan regulasi yang berlaku.

Rombongan PTA Surabaya dipimpin oleh Wakil Ketua PTA Surabaya, Dr. H. Acep Saifuddin, S.H., M.Ag., didampingi Panitera PTA Surabaya, Dr. H. Ma’sum Umar, S.H., M.H., serta Sekretaris PTA Surabaya, Muhammad Taufiqurrahman, S.Ag., M.H., bersama tim pembinaan dan pengawasan. Kehadiran tim disambut dengan antusias oleh pimpinan, hakim, dan seluruh aparatur Pengadilan Agama Banyuwangi.
Dalam pelaksanaan kegiatan, tim melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek, baik teknis kepaniteraan maupun manajemen kesekretariatan. Panitera PTA Surabaya menitikberatkan pada tertib administrasi perkara dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur, sementara Sekretaris PTA Surabaya melakukan pemantauan terhadap tata kelola administrasi perkantoran dan dukungan sarana prasarana.

Selain itu, aspek pengelolaan keuangan, khususnya PNBP, turut menjadi fokus utama dalam kegiatan monev. Tim melakukan pemeriksaan secara detail terhadap laporan, kelengkapan dokumen, serta kesesuaian antara data administrasi dan implementasi di lapangan. Hal ini bertujuan untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan ketertiban pengelolaan keuangan negara di satuan kerja.
Dalam arahannya, Dr. H. Acep Saifuddin, S.H., M.Ag., menegaskan bahwa kegiatan pembinaan dan pengawasan merupakan instrumen penting dalam menjaga kualitas kinerja serta mendorong perbaikan berkelanjutan di lingkungan peradilan agama. “Pengawasan harus dimaknai sebagai sarana pembinaan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan, sekaligus memperkuat integritas dan profesionalisme aparatur,” tegas beliau.
Proses monitoring dan evaluasi juga melibatkan pemeriksaan dokumen secara teknis oleh tim pendukung, guna memastikan tidak terdapat kekeliruan dalam pengelolaan administrasi maupun pelaporan. Kolaborasi antara tim pengawas dan aparatur PA Banyuwangi berlangsung secara interaktif, dengan semangat keterbukaan dan perbaikan bersama.

Secara umum, pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib. PTA Surabaya turut memberikan apresiasi atas kinerja dan kepatuhan yang telah ditunjukkan oleh jajaran Pengadilan Agama Banyuwangi. Hasil monitoring dan evaluasi diharapkan dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas pelayanan, tata kelola administrasi, serta akuntabilitas kinerja di masa mendatang.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi dan komitmen bersama dalam mewujudkan peradilan agama yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan prima kepada masyarakat.
Belum ada komentar, jadilah yang pertama Komentar !