Berita Pengadilan Tinggi Agama Surabaya
PEMBINAAN OLEH KETUA KAMAR AGAMA MAHKAMAH AGUNG RI
Tanggal Rilis Berita : 17 Desember 2021, Pukul 04:26 WIB, Telah dilihat 209 Kali

Humas – Surabaya, dalam rangka meningkatan kualitas para Hakim Pengadilan Agama Se-Wilayah PTA Surabaya, IKAHI Daerah PTA Surabaya menyelenggarakan acara  Pembinaan Teknis Yustisial oleh Ketua Kamar Agama MA RI - Dr. H. Amran Suadi, SH, MH, MM., Kamis (17/12/2021). Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Panitera, Hakim Tinggi, Sekretaris dan Plh Panitera PTA Surabaya. Tak lupa juga Ketua dan Panitera dari Pengadilan Agama Se Wilayah Jawa Timur juga turut hadir dalam acara ini.

3

Dalam sambutannya Drs. H. M. Yamin Awie, S.H., M.H selaku ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya menyampaikan terima kasih atas kehadiran Yang Mulia Ketua Kamar Agama MA RI - Dr. Drs. H. Amran Suadi, S.H., M.Hum., M.M. di Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Ketua PTA Surabaya menyatakan bahwa kehadiran Bapak Amran disini disamping untuk memberikan pembinaan, beliau juga ingin memantau perkembangan “mantan anak buah” beliau semasa menjadi Wakil Ketua di PTA Surabaya dulu. “Kedatangan beliau disini sekaligus untuk melihat kesiapan dan perkembangan anak buahnya. Apakah anak-anaknya masih semangat ataukan sudah loyo”, ucap beliau yang mengundang tawa peserta pembinaan. Menurutnya, peserta yang hadir di Aula PTA Surabaya telah siap menerima materi pembinaan yang akan disampaikan oleh beliau. “Selain itu kegiatan pembinaan dan seminar ini akan menjadi acara yang rutin yang dilakukan untuk menambah bekal ilmu warga peradilan agama di wilayah Jawa Timur”, terangnya sebelum membuka acara secara resmi.

2

Materi pembinaan yang disampaikan kali ini bertema tentang Pembinaan Teknis Yustisial Peradilan Agama. Dalam hal ini beliau menuturkan terdapat beberapa hal penting yang akan beliau paparkan salah satunya “Jika hakim tinggi tingkat banding menilai bahwa pemeriksaan tingkat pertama lalai dalam memenuhi syarat-syarat yang diwajibkan dalam perundang-undangan dan juga mengancam fatalnya putusan yang bersangkutan, maka pengadilan tingkat banding dapat membuat putusan sela, jangan langsung dinyatakan batal” tuturnya. Selanjutnya beliau menyampaikan materinya diantaranya mengenai penyelesaian perkara penetapan ahli waris, macam-macam sumpah, dan lainnya

1

Hal penting lain yang dibahas dalam pembahasan ini adalah tentang fakta-fakta yang tidak perlu dibuktikan, yaitu peristiwa yang terjadi di muka sidang, peristiwa yang menjadi pengetahuan umum, dalam hal-hal yang bersifat negative, dalam hal ini telah dilakukan sumpah decisoir, dan beberapa fakta lainnya. “Sumpah decisoir disebut juga sumpah pemutus, yaitu sumpah yang oleh pihak yang satu (boleh penggugat atau tergugat) diperintahkan kepada pihak yang lain untuk menggantungkan pemutusan perkara atas pengucapan atau pengangkatan sumpah”, terangnya. Setelah penyampaian materi oleh Dr. Drs. H. Amran Suadi, S.H., M.Hum., M.M, dilanjutkan dengan sesi diskusi / tanya jawab. Materi yang dibawakan dalam pembinaan kali ini sangat menarik, terbukti banyak para peserta yang aktif bertanya dalam diskusi. (nov/cit/one)

image
Belum ada komentar, jadilah yang pertama Komentar !