Surabaya – Kamis, 12 Maret 2026, Pengadilan Tinggi Agama Surabaya menyelenggarakan acara sillaturahmi dan pengokohan keluarga Dharmayukti Karini Pengadilan Agama se-Jawa Timur di Harris Hotel Conventions Bundaran Satelit Surabaya. Acara dibuka secara resmi oleh Ny. Binti Talmidzah Zulkarnain, Wakil Ketua 1 Dharmayukti Karini Provinsi Jawa Timur, yang menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memperkuat ikatan keluarga aparatur dan meningkatkan kualitas ketahanan keluarga di tengah era digital.

Acara dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Suhadi Faradjay, motivator dan konsultan pendidikan serta keluarga, dengan materi yang menyoroti tantangan keluarga di era disrupsi digital. Dalam pemaparannya, Ustadz Suhadi menjelaskan fenomena ketegangan antara generasi muda dan mertua, serta kecanduan smartphone yang mengurangi interaksi langsung antara orang tua dan anak. Ia menekankan pentingnya komunikasi keluarga sebagai fondasi ketahanan rumah tangga, yang didukung oleh ayat Al-Qur’an, Al Furqan 74, agar rumah menjadi penyejuk hati.

Lebih lanjut, Ustadz Suhadi menyoroti data Jawa Timur yang menunjukkan peningkatan kasus perceraian, sebagian besar akibat perselisihan berkelanjutan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ia menegaskan bahwa orang tua harus memberi contoh langsung bagi anak, dan pasangan suami istri perlu lebih intens berkomunikasi dengan keluarga, alih-alih terjebak dalam media sosial dan perangkat digital. Strategi praktis yang disampaikan mencakup menetapkan “3 Menit Aturan Emas”: waktu berkualitas singkat namun fokus bersama pasangan dan anak saat bangun tidur, pulang ke rumah, dan sebelum tidur.

Ustadz Suhadi juga menekankan fenomena “technoference” dan “phubbing” yang merusak kedekatan emosional, di mana anggota keluarga lebih fokus pada layar gadget dibanding interaksi langsung. Ia menekankan pentingnya literasi digital dan penanaman nilai-nilai abadi seperti kejujuran, empati, dan kerja keras agar keluarga tetap tangguh menghadapi arus disrupsi. Rumah yang hangat dan komunikasi berkualitas disebut sebagai kunci terciptanya keluarga sakinah, yang menjadi fondasi untuk generasi sukses dan harmonis.

Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan doa bersama, sekaligus menjadi momentum penguatan jaringan Dharmayukti Karini di seluruh Jawa Timur. Peserta sepakat bahwa konsistensi kasih sayang, komunikasi intens, dan keteladanan orang tua menjadi pilar utama menghadapi problematika keluarga di era disrupsi digital. Kegiatan ini diharapkan mendorong aparatur pengadilan agama untuk lebih aktif mengimplementasikan strategi ketahanan keluarga dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat luas.
Belum ada komentar, jadilah yang pertama Komentar !