Pengadilan Agama (PA) Situbondo terus berupaya meningkatkan kompetensi pegawainya melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan edukatif. Panitera Muda Gugatan PA Situbondo, Tri Anita Budi Utama, S.H., turut serta dalam Webinar EDUKASI lansia bertema "Saling Jaga di Usia Lanjut". Acara ini diselenggarakan secara daring pada Kamis, 11 Desember 2025, dan disaksikan dari Ruang Kepaniteraan PA Situbondo. Webinar tersebut fokus membahas berbagai aspek perawatan dan kesehatan bagi individu di usia lanjut. Kehadiran perwakilan PA Situbondo menunjukkan perhatian institusi terhadap isu-isu sosial dan kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat. Materi utama yang dibahas oleh narasumber Melissa Adiatman berpusat pada perubahan alami yang terjadi pada mulut akibat proses penuaan.

Aspek penuaan pertama yang dibahas detail adalah Penurunan Produksi Air Liur, yang memiliki dampak signifikan pada kualitas hidup lansia. Kondisi ini secara medis dikenal sebagai xerostomia atau mulut kering, dan menjadi semakin umum seiring bertambahnya usia. Penurunan produksi air liur menyebabkan mulut terasa tidak nyaman sepanjang hari. Selain itu, kondisi mulut kering juga secara substansial meningkatkan risiko infeksi pada rongga mulut. Air liur sebenarnya berfungsi sebagai pelindung alami, sehingga penurunannya membuat pertahanan mulut melemah. "Mulut kering bukan sekadar rasa tidak nyaman, ini adalah pintu masuk bagi berbagai masalah infeksi serius," tegas Melissa Adiatman dalam pemaparannya.

Perubahan kedua yang dijelaskan adalah fenomena Reposisi Gusi, yang merupakan dampak langsung dari proses penuaan pada jaringan mulut. Gusi cenderung menyusut seiring waktu, yang mengakibatkan akar gigi menjadi terekspos ke lingkungan mulut. Terpapar akar gigi ini meningkatkan kerentanan lansia terhadap karies akar. Karies atau lubang gigi pada area akar ini diketahui jauh lebih sulit untuk diobati dan ditangani dibandingkan karies pada mahkota gigi. Akibatnya, kesehatan gigi lansia menjadi lebih rentan terhadap kerusakan permanen dan kehilangan gigi. Perawatan gusi yang tepat dan pemeriksaan rutin menjadi krusial untuk mencegah konsekuensi serius dari reposisi gusi ini.
Narasumber Melissa Adiatman juga menyoroti masalah Penurunan Mobilitas yang mempengaruhi kebersihan mulut lansia. Seiring bertambahnya usia, kekuatan genggaman tangan dan mobilitas sendi pada umumnya akan menurun drastis. Penurunan ini membuat aktivitas sederhana seperti menyikat gigi menjadi jauh lebih menantang dan sulit untuk dilakukan secara efektif. Jika kegiatan menyikat gigi terhambat, sisa makanan dan plak akan lebih mudah menumpuk, mempercepat kerusakan gigi dan gusi. Solusi seperti penggunaan sikat gigi elektrik atau sikat gigi modifikasi sering kali diperlukan untuk membantu lansia menjaga kebersihan mulut mereka. Penurunan mobilitas ini memerlukan adaptasi dan dukungan ekstra dari keluarga atau perawat.