Pegawai Pengadilan Agama Situbondo, Herlina Riskawati F, mengikuti Webinar Jurnal Government Edisi “Transformasi Kepegawaian ASN: Membangun Talenta, Kinerja, & Profesionalisme” pada Selasa, 21 Oktober 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti dari ruang Kesekretariatan Pengadilan Agama Situbondo. Webinar ini menghadirkan narasumber inspiratif, Prasetyo Budi Ilmawan, S.I.P., M.Sc., M.Ec.Dev., yang merupakan praktisi sekaligus akademisi di bidang manajemen kepegawaian. Acara ini bertujuan untuk memperluas wawasan ASN dalam menghadapi era transformasi birokrasi modern.

Herlina mengikuti kegiatan ini dengan antusias dan berkomitmen untuk menerapkan ilmunya dalam peningkatan kualitas kerja. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting pengelolaan ASN di era digital. “ASN masa kini dituntut tidak hanya disiplin, tetapi juga adaptif dan inovatif,” ujar Prasetyo membuka sesi. Dalam paparannya, Prasetyo Budi Ilmawan menjelaskan konteks dan tantangan kepegawaian ASN saat ini. Menurutnya, perubahan lingkungan kerja yang serba cepat menuntut ASN untuk memiliki kemampuan beradaptasi tinggi.

“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama di dunia yang terus berubah,” katanya menegaskan. ASN diharapkan mampu mengembangkan kompetensi serta menyesuaikan diri dengan dinamika pelayanan publik modern. Selain itu, Prasetyo menekankan pentingnya kolaborasi lintas bidang agar organisasi semakin tangguh. Materi berikutnya membahas penerapan sistem e-Kinerja untuk meningkatkan kinerja ASN. Prasetyo menilai bahwa digitalisasi dalam pengukuran kinerja menjadi langkah penting menuju birokrasi yang efisien dan transparan.
“Sistem e-Kinerja bukan hanya alat pelaporan, tapi instrumen manajemen yang mengarahkan ASN pada hasil nyata,” ujarnya. Melalui sistem ini, evaluasi kinerja dilakukan berbasis data, sehingga mendorong ASN bekerja lebih objektif dan terukur. Herlina mengungkapkan bahwa sistem e-Kinerja mempermudah pegawai dalam memantau capaian tugas dan perencanaan target kerja. Dengan adanya sistem ini, proses penilaian menjadi lebih akuntabel dan mengurangi subjektivitas. Para peserta juga diberikan panduan penerapan sistem secara efektif di lingkungan kerja masing-masing.