Ketua, Panitera, dan Sekretaris Pengadilan Agama Pasuruan menghadiri Peringatan Milad ke-49 Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya yang dirangkaikan dengan agenda Pembinaan oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI. Kegiatan tersebut berlangsung hari Selasa, 23 Desember, bertempat di Aula PTA Surabaya, Jalan Mayjen Sungkono No. 7, Surabaya. Acara dimulai sejak pukul 08.30 WIB dan diikuti oleh seluruh pimpinan pengadilan agama se-Jawa Timur. Kehadiran jajaran PA Pasuruan menjadi wujud dukungan dan partisipasi aktif dalam peringatan hari jadi PTA Surabaya.

Rangkaian acara diawali dengan suasana khidmat melalui penyerahan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian sosial. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang berbagai lomba dalam rangka Milad ke-49 PTA Surabaya, seperti lomba Mars dan lomba ucapan Milad. Antusiasme peserta terlihat jelas saat setiap satuan kerja menyimak hasil penilaian yang telah ditetapkan panitia. Nuansa kebersamaan dan kekeluargaan terasa kuat sepanjang pelaksanaan kegiatan tersebut.

Pada momentum yang bersejarah ini, Pengadilan Agama Pasuruan berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat Juara 1 lomba video ucapan Milad PTA Surabaya. Capaian tersebut merupakan hasil dari kreativitas, kerja sama, dan dedikasi seluruh tim PA Pasuruan. Prestasi ini sekaligus menjadi bukti komitmen PA Pasuruan dalam mendukung kegiatan institusi peradilan agama. Keberhasilan tersebut disambut dengan rasa syukur dan kebanggaan oleh seluruh jajaran yang hadir.

Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., serta Hakim Agung Kamar Agama, Dr. H. Yasardin, S.H., M.Hum., yang memberikan arahan dan pembinaan singkat. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, dan peningkatan kualitas pelayanan peradilan. Peringatan Milad ke-49 PTA Surabaya ditutup secara resmi oleh Ketua PTA Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Kegiatan diakhiri dengan doa bersama, sesi foto, serta ramah tamah antara pimpinan pusat dan daerah.