img-logo img-logo
PTA Surabaya Peringati Tahun Baru Hijriah 1448 H, Menguatkan Spirit Hijrah, Syukur, dan Jihad.
PTA Surabaya Peringati Tahun Baru Hijriah 1448 H, Menguatkan Spirit Hijrah, Syukur, dan Jihad.
Tanggal Rilis Berita : 30 Juni 2026, Pukul 23:26 WIB, Telah dilihat 110 Kali

Dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriah 1448 H, Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya menyelenggarakan kegiatan pengajian sekaligus santunan anak yatim pada Selasa (30/6/2026) pukul 09.30 WIB di Aula K.H. Abdullah Siddiq, Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Kegiatan ini dihadiri oleh segenap pimpinan dan aparatur PTA Surabaya, para Ketua Koordinator Wilayah Pengadilan Agama se-Jawa Timur, serta Dharmayukti Karini PTA Surabaya.

image host

Mengusung semangat hijrah sebagai momentum introspeksi dan perbaikan diri, kegiatan diawali dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial dan implementasi nilai-nilai Islam yang mengajarkan kasih sayang terhadap sesama. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dilantunkan oleh Saudari Qurrotul 'Ain.

Ketua Takmir Masjid Al Mahkamah, Drs. H. Purnomo, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Hijriah merupakan momentum untuk mengenang hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Menurutnya, peristiwa tersebut mengandung ibrah yang sangat besar bagi umat Islam, yakni semangat berpindah dari keadaan yang kurang baik menuju kondisi yang lebih baik dalam seluruh aspek kehidupan.

image host

Beliau juga mengingatkan bahwa hijrah Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya membangun semangat dalam menyambut tamu, sebagaimana yang dicontohkan oleh kaum Anshar ketika menerima kedatangan Rasulullah dan para sahabat di Madinah. Di akhir sambutannya, beliau memohon doa dan dukungan seluruh hadirin agar proses renovasi Masjid Al Mahkamah dapat berjalan dengan lancar dan membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar PTA Surabaya.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., mengajak seluruh peserta untuk menjadikan peringatan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum mengambil spirit dari perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW sekaligus mengingat sejarah penetapan kalender Hijriah oleh Khalifah Umar bin Khattab.

image host

 

Beliau menjelaskan bahwa semangat hijrah bukan hanya perpindahan secara fisik, tetapi juga komitmen untuk terus menyebarkan ajaran Islam demi meraih rahmat Allah SWT. Mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 218, beliau menyampaikan bahwa terdapat tiga jalan utama untuk memperoleh rahmat Allah, yaitu iman, hijrah, dan jihad.

"Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Ketua Takmir, saat ini kita juga sedang berjihad dalam merenovasi Masjid Al Mahkamah. Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari amal kebaikan yang diridhai Allah SWT," ujar beliau di hadapan para peserta.

image host

Sebagai acara inti, Dr. K.H. M. Syukron Djazilan, M.Ag., M.Pd., Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, menyampaikan mauidzah hasanah yang sarat dengan pesan tentang pentingnya ilmu, rasa syukur, dan pembentukan akhlak mulia. Beliau membuka tausiahnya dengan menegaskan bahwa mengaji merupakan kebutuhan setiap muslim tanpa memandang tingkat ilmu maupun kedudukan. Menurutnya, setinggi apa pun pengetahuan seseorang, ia tetap memerlukan guru sebagai pembimbing agar ilmu yang dimiliki membawa manfaat dan keberkahan.

Dalam tausiahnya, beliau mengisahkan munajat Syekh Muhammad Al-Mursyi yang memohon kepada Allah SWT agar dijadikan hamba yang pandai bersyukur. Allah kemudian memberikan petunjuk bahwa seseorang akan senantiasa bersyukur apabila mampu melihat bahwa setiap orang sesungguhnya telah menerima nikmat dari Allah SWT. Kisah tersebut mengajarkan bahwa nikmat Allah hadir dalam berbagai bentuk, baik yang diberikan secara langsung maupun melalui perantara, dan seluruhnya patut disyukuri.

image host

Beliau juga menegaskan bahwa ukuran kemuliaan seseorang bukanlah jabatan yang tinggi ataupun banyaknya kenikmatan dunia yang dimiliki, melainkan sejauh mana ia mampu menjadi pribadi yang pandai bersyukur. Menurutnya, orang-orang yang dicintai Allah SWT adalah mereka yang memiliki ilmu, gemar berderma, sabar dalam menghadapi ujian, dan senantiasa mensyukuri setiap nikmat yang diberikan-Nya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Dr. K.H. M. Syukron Djazilan, M.Ag., M.Pd., memohon keberkahan bagi seluruh keluarga besar PTA Surabaya, kemudahan dalam menjalankan amanah. Melalui peringatan Tahun Baru Hijriah 1448 H ini, Pengadilan Tinggi Agama Surabaya berharap seluruh aparatur dapat terus meneladani semangat hijrah Rasulullah SAW dengan meningkatkan keimanan, memperkuat rasa syukur, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan komitmen untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan agama.

image host
Belum ada komentar, jadilah yang pertama Komentar !