Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan Kunjungan Studi dan Observasi Persidangan yang diikuti oleh civitas akademika Fakultas Agama Islam Universitas Islam Madura (UIM), Senin (6/7/2026), bertempat di Aula K.H. Abdullah Shiddiq PTA Surabaya.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini menjadi wadah strategis untuk mempererat sinergi antara lembaga peradilan dan dunia akademik dalam mencetak generasi sarjana hukum Islam yang memiliki wawasan teoritis sekaligus pemahaman praktis mengenai sistem peradilan agama di Indonesia.
Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Hymne Mahkamah Agung Republik Indonesia, serta Mars Pengadilan Tinggi Agama Surabaya sebagai bentuk peneguhan semangat nasionalisme, integritas, dan kecintaan terhadap institusi peradilan. Suasana semakin religius dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh perwakilan Universitas Islam Madura yang memberikan keberkahan bagi seluruh rangkaian kegiatan.

Memasuki agenda sambutan, Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam, Jamiliyah Susanti, M.H., menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut sebagai sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa, serta ungkapan rasa terima kasih kepada PTA Surabaya atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa untuk mengenal lebih dekat praktik penyelenggaraan peradilan agama.
Sementara itu, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta. Beliau menegaskan bahwa lembaga peradilan tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan hukum melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi. Kegiatan seperti ini diharapkan mampu memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai penerapan hukum acara, etika profesi, serta dinamika pelayanan peradilan yang berorientasi pada keadilan, profesionalisme, dan pelayanan prima.

Sebagai simbol eratnya hubungan kelembagaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata antara Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya dan Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Madura, yang kemudian diabadikan melalui sesi foto bersama. Momentum tersebut menjadi representasi komitmen bersama dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan antara dunia pendidikan dan lembaga peradilan.

Dilanjutkan dengan agenda observasi persidangan, dimana para mahasiswa turut menyaksikan jalannya persidangan di ruang sidang Drs. H. Taufiq, S.H., M.H. Kemudian kegiatan berlanjut pada sesi inti berupa pemaparan materi mengenai Sistem Peradilan Agama yang disampaikan oleh Khairil, S.Ag., M.H. Materi tersebut mengulas secara komprehensif struktur kelembagaan, kewenangan peradilan agama, mekanisme penyelesaian perkara, hingga transformasi pelayanan peradilan berbasis teknologi informasi yang saat ini terus dikembangkan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Diskusi berlangsung secara interaktif yang dimoderatori oleh Dedy Purwanto, di mana para mahasiswa memperoleh kesempatan untuk berdialog secara langsung, mengajukan pertanyaan, serta memperdalam pemahaman mengenai praktik penyelenggaraan peradilan agama dari perspektif akademis maupun praktis.
Melalui kegiatan ini, Pengadilan Tinggi Agama Surabaya kembali menegaskan perannya sebagai institusi peradilan yang terbuka terhadap dunia akademik. Kunjungan studi ini diharapkan mampu memperkaya wawasan mahasiswa, memperkuat kompetensi calon praktisi hukum Islam, serta membangun jembatan kolaborasi yang semakin erat antara perguruan tinggi dan lembaga peradilan dalam mewujudkan sistem hukum yang profesional, modern, dan berkeadilan.

Belum ada komentar, jadilah yang pertama Komentar !