Peringatan 144 Tahun Peradilan Agama: Menguatkan Integritas, Menjaga Marwah Peradilan
Surabaya, 5 Agustus 2026 – Pengadilan Tinggi Agama Surabaya memperingati Milad Peradilan Agama ke-144 dengan menggelar acara refleksi dan pembinaan di Aula KH. Abdullah Shiddiq Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Rabu (5/8/2026). Mengusung semangat memperkuat integritas dan profesionalisme aparatur peradilan, kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua, para Hakim Tinggi, Panitera, Sekretaris, seluruh aparatur Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Ketua Pengadilan Agama se-Jawa Timur, serta diikuti secara daring oleh seluruh satuan kerja di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama Surabaya.

Turut hadir memberikan pembinaan Sekretaris Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia, Drs. Arief Hidayat, M.M., yang menyampaikan berbagai arahan strategis mengenai penguatan tata kelola organisasi, pembangunan sumber daya manusia, serta peningkatan kualitas pelayanan peradilan di era modern.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Mahkamah Agung Republik Indonesia, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, doa bersama, pemutaran video sejarah Peradilan Agama, pembacaan puisi, serta penampilan seni yang menggambarkan perjalanan panjang lembaga Peradilan Agama dalam menegakkan hukum dan keadilan di Indonesia. Seluruh rangkaian berlangsung khidmat dan sarat makna sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pendahulu yang telah meletakkan fondasi kokoh bagi eksistensi Peradilan Agama hingga memasuki usia ke-144 tahun.

Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., mengajak seluruh aparatur menjadikan peringatan Milad Peradilan Agama bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum untuk melakukan refleksi atas perjalanan sejarah sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan.

Beliau mengingatkan bahwa Peradilan Agama yang berdiri sejak 1 Agustus 1882 telah melewati berbagai dinamika perjalanan bangsa, mulai dari masa kolonial, kemerdekaan, reformasi, hingga transformasi digital saat ini. Keberadaan Peradilan Agama yang terus bertahan dan berkembang merupakan hasil perjuangan panjang para pendahulu yang mempertahankan eksistensi lembaga dengan penuh dedikasi, keberanian, dan keikhlasan.
"Kita adalah penerus perjuangan para pendahulu. Oleh karena itu, tugas kita bukan hanya menjaga apa yang telah diwariskan, tetapi juga meninggalkan legacy yang lebih baik bagi generasi berikutnya," pesan Ketua PTA Surabaya.

Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa keberhasilan sebuah lembaga peradilan tidak hanya diukur dari banyaknya perkara yang diselesaikan ataupun berbagai capaian administratif, tetapi lebih jauh dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan itu sendiri. Kepercayaan publik, menurut beliau, merupakan aset terbesar yang harus dijaga melalui integritas, profesionalisme, serta budaya pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Ketua PTA Surabaya juga mengajak seluruh aparatur untuk terus mengembangkan budaya belajar, meningkatkan kompetensi, membangun kolaborasi, serta memperkuat inovasi pelayanan. Dengan demikian, Peradilan Agama akan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi jati dirinya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia, Drs. Arief Hidayat, M.M., memberikan apresiasi atas komitmen satuan kerja Peradilan Agama di Jawa Timur yang terus melakukan berbagai pembaruan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam pembinaannya, beliau menegaskan bahwa kemajuan lembaga tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik maupun pemanfaatan teknologi informasi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Aparatur peradilan dituntut memiliki karakter yang kuat, menjunjung tinggi integritas, serta mampu bekerja secara profesional dalam setiap pelaksanaan tugas.

Beliau juga mengajak seluruh aparatur untuk senantiasa membangun pola pikir sebagai pembelajar sepanjang hayat, terbuka terhadap perubahan, serta terus melakukan inovasi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Integritas merupakan pondasi utama. Ketika integritas terjaga, maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh, dan di situlah sesungguhnya kehormatan lembaga peradilan dibangun," ungkapnya.

Suasana peringatan Milad semakin bermakna dengan pemutaran video perjalanan sejarah Peradilan Agama yang menggambarkan perkembangan lembaga sejak masa awal berdiri hingga menjadi salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman yang modern dan berbasis teknologi informasi. Penampilan pembacaan puisi dan persembahan seni turut memberikan nuansa reflektif, mengingatkan seluruh peserta akan pentingnya menjaga semangat pengabdian, keteladanan, dan profesionalisme dalam menjalankan amanah sebagai aparatur peradilan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan menyanyikan Mars Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, yang menjadi simbol semangat kebersamaan seluruh keluarga besar Pengadilan Tinggi Agama Surabaya dalam mengemban amanah memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan. Semangat KOMPAK (Komitmen pada Kemajuan | Kompeten, Obyektif, Melayani, Profesional, Akuntabel, dan Kerjasama) kembali diteguhkan sebagai budaya kerja yang terus diinternalisasikan dalam setiap lini organisasi.

Peringatan Milad Peradilan Agama ke-144 menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang lembaga ini dibangun oleh dedikasi dan pengorbanan para pendahulu. Kini, estafet pengabdian berada di tangan generasi penerus untuk terus menjaga marwah Peradilan Agama melalui integritas, profesionalisme, inovasi, dan pelayanan prima. Dengan semangat tersebut, Pengadilan Tinggi Agama Surabaya berkomitmen melangkah semakin maju dalam mewujudkan badan peradilan yang modern, terpercaya, dan berkelas dunia, sekaligus menguatkan ikhtiar menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Belum ada komentar, jadilah yang pertama Komentar !