Purnabakti dan Alih Tugas, PTA Surabaya Lepas Tiga Insan Pengabdi dengan Penuh Kehangatan
Surabaya, 2 September 2026 — Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya menggelar acara purnabakti dan pelepasan pegawai yang mengalami alih tugas pada Rabu (2/9/2026). Bertempat di lingkungan PTA Surabaya, kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, keakraban, dan haru sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi serta pengabdian insan peradilan yang telah memberikan kontribusi bagi kemajuan lembaga.

Tiga sosok yang menjadi bagian dari momentum tersebut adalah Hakim Tinggi, Drs. Saherudin yang memasuki masa purnabakti, Nurman Saputra yang mendapat amanah untuk melanjutkan tugas di Pengadilan Agama Tuban, serta Ihdina Sabilal Haq yang mendapatkan promosi dan mutasi ke Pengadilan Agama Surabaya.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Himne Mahkamah Agung. Suasana semakin menghangat ketika video kenangan diputar, menampilkan berbagai perjalanan, kebersamaan, perjuangan, serta momen-momen yang telah dilalui bersama selama menjalankan tugas di PTA Surabaya.

Dalam sambutan dan pesan yang disampaikan, masing-masing sosok dikenang dengan karakter serta kontribusi yang berbeda.
Drs. Saherudin dikenal sebagai sosok yang memiliki kemampuan teknis yang kuat, termasuk di bidang teknologi informasi, sekaligus menjadi pembimbing yang baik bagi para anggota majelis. Dedikasinya selama menjalankan tugas di PTA Surabaya bahkan mendapat apresiasi sebagai salah satu tulang punggung dalam perjalanan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Sementara itu, Nurman dikenang sebagai pribadi yang inovatif dan kreatif. Selain dalam pelaksanaan tugas kedinasan, kontribusinya juga terlihat dalam bidang seni dan musik di lingkungan PTA Surabaya, termasuk melalui karya lagu yang menjadi bagian dari identitas dan kebersamaan institusi.
Adapun Ihdina mendapatkan perhatian tersendiri karena kedekatan dan hubungan yang hangat dengan rekan-rekan kerja selama menjalankan tugas di PTA Surabaya. Alih tugas menuju Pengadilan Agama Surabaya menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya di lingkungan peradilan agama.
Ketiganya menyampaikan ucapan terima kasih serta pesan kepada keluarga besar PTA Surabaya. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang kebersamaan sekaligus memohon doa agar perjalanan pengabdian pada tahap berikutnya senantiasa diberikan kelancaran dan keberkahan.

Dalam kesempatan tersebut, Drs. Saherudin menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pimpinan, pejabat, serta pegawai yang selama ini telah memberikan dukungan dan kebersamaan selama menjalankan tugas.
Ia juga menyampaikan pesan agar seluruh jajaran senantiasa memperkuat pengawasan dan mitigasi risiko dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya, dinamika pekerjaan di lingkungan peradilan membutuhkan kewaspadaan, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan yang dapat muncul sewaktu-waktu.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan dalam konteks pembangunan Zona Integritas, baik menuju WBK maupun WBBM. Setiap proses harus dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian, karena hasil pengawasan dan audit menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian keberhasilan pembangunan Zona Integritas.
Ia mengingatkan agar seluruh jajaran terus mengantisipasi berbagai kemungkinan, menjaga integritas, serta memastikan setiap pelaksanaan tugas berjalan sesuai ketentuan. Pengabdian, menurutnya, tidak berhenti ketika seseorang berpindah tempat tugas ataupun memasuki masa purnabakti, tetapi nilai-nilai yang telah dibangun harus tetap dilanjutkan oleh generasi berikutnya.

Ketua PTA Surabaya dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas seluruh dedikasi yang telah diberikan oleh para pegawai yang memasuki masa purnabakti maupun yang melaksanakan alih tugas.
Khusus kepada Drs. Saherudin, Ketua PTA Surabaya menyampaikan penghargaan atas kontribusi besar yang telah diberikan selama menjalankan tugas. Dedikasi dan pengalaman yang telah ditorehkan diharapkan dapat menjadi bagian dari fondasi yang terus dilanjutkan oleh jajaran PTA Surabaya.
Sementara kepada Nurman dan Ihdina, Ketua PTA Surabaya berpesan agar amanah di tempat tugas yang baru dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya. Ia berharap keduanya mampu terus berprestasi, memberikan kontribusi positif, serta membawa nama baik PTA Surabaya di tempat tugas masing-masing.
Di tengah suasana perpisahan, Ketua PTA Surabaya juga menyampaikan harapan agar momentum tersebut menjadi sebuah perpisahan yang “maksum”, yakni perpisahan yang terjaga dari hal-hal negatif dan hanya meninggalkan kesan baik serta kenangan indah bagi seluruh pihak.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perpindahan tugas maupun purnabakti bukanlah akhir dari sebuah hubungan, melainkan awal dari babak baru yang tetap terikat oleh silaturahmi dan nilai-nilai pengabdian.

Sebagai bentuk penghargaan dan ungkapan terima kasih, dilaksanakan pula penyerahan tali asih kepada para pejabat yang memasuki masa purnabakti dan alih tugas.
Tali asih disampaikan oleh sejumlah unsur keluarga besar PTA Surabaya, di antaranya Dana Sosial dan Ketua PTA Surabaya, IKAHI Cabang dan Wakil Ketua PTA Surabaya, Dharmayukti Karini serta kelompok ibu-ibu PTA Surabaya, istri-istri Hakim Tinggi, serta jajaran Kepaniteraan dan Sekretariat PTA Surabaya.
Penyerahan tersebut menjadi simbol penghargaan atas perjalanan pengabdian sekaligus ungkapan rasa terima kasih dari seluruh keluarga besar PTA Surabaya.
Acara kemudian ditutup dengan menyanyikan Mars Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, dilanjutkan dengan foto bersama serta ucapan selamat kepada para pejabat yang memasuki masa purnabakti dan alih tugas.
Momentum purnabakti dan alih tugas tersebut menunjukkan bahwa perjalanan sebuah lembaga tidak hanya dibangun melalui kebijakan dan program kerja, tetapi juga melalui dedikasi manusia-manusia yang berada di dalamnya.

Setiap pegawai meninggalkan jejak pengabdian, pengalaman, dan kenangan yang menjadi bagian dari perjalanan panjang PTA Surabaya. Ketika satu perjalanan berakhir atau berpindah ke tempat lain, nilai-nilai baik yang telah ditanamkan diharapkan tetap tumbuh dan dilanjutkan oleh mereka yang meneruskan tugas.
Bagi keluarga besar PTA Surabaya, purnabakti dan alih tugas bukanlah akhir dari kebersamaan. Ia merupakan awal dari babak baru, dengan doa agar para insan pengabdi senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan, dan keberkahan dalam menjalani perjalanan selanjutnya.
Selamat memasuki masa purnabakti kepada Drs. Saherudin. Selamat menjalankan amanah di tempat tugas yang baru kepada Nurman dan Ihdina. Terima kasih atas pengabdian, dedikasi, dan kebersamaan yang telah diberikan. Jejak pengabdian boleh berlanjut di tempat yang berbeda, tetapi kenangan dan silaturahmi akan tetap menjadi bagian dari keluarga besar Pengadilan Tinggi Agama Surabaya.
Belum ada komentar, jadilah yang pertama Komentar !