Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas, PA se-Jawa Timur Siap Raih WBK & WBBM
Surabaya — Selasa, 3 Maret 2026. Pengadilan Tinggi Agama Surabaya menggelar Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini diikuti secara serentak oleh seluruh Pengadilan Agama se-Jawa Timur dari ruang Media Center masing-masing satuan kerja. Antusiasme peserta mencerminkan komitmen kuat jajaran peradilan agama dalam membangun budaya kerja yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pelayanan publik.
Materi pertama disampaikan oleh Wakil Ketua PTA Surabaya, Dr. H. Acep Saifuddin, S.H., M.Ag., yang menekankan pentingnya kesungguhan dan konsistensi dalam pembangunan Zona Integritas.

Beliau menguraikan substansi kebijakan berdasarkan:
* Surat Sekretaris Mahkamah Agung Nomor 360/SEK/PW1.1.1/II/2025 tentang Kebijakan Pelaksanaan Pembangunan dan Evaluasi Zona Integritas Menuju WBK/WBBM Tahun 2026; serta
* Surat Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Nomor 585/DJA/OT1.6/II/2026 tentang Langkah-Langkah Strategis Menuju WBK/WBBM di Lingkungan Peradilan Agama Tahun 2026.
Dalam pemaparannya, WKPTA menegaskan bahwa pembangunan ZI bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif, melainkan transformasi menyeluruh terhadap pola pikir (mindset) dan budaya kerja (culture set) aparatur peradilan. Ia juga mengingatkan pentingnya penguatan enam area perubahan, mulai dari manajemen perubahan hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
“WBK dan WBBM adalah buah dari kerja nyata dan integritas kolektif. Seluruh unsur pimpinan harus menjadi role model dalam mewujudkan satuan kerja yang bersih dan melayani,” tegasnya.

Materi kedua disampaikan oleh Sekretaris PTA Surabaya, Dr. Naffi, S.Ag., M.H., yang secara teknis menjelaskan tata cara pengisian Lembar Kerja Evaluasi (LKE) Zona Integritas.
Dalam paparannya, beliau memandu peserta terkait mekanisme pengunggahan data dukung, penyusunan eviden yang relevan dan berkualitas, serta pentingnya kesesuaian antara implementasi di lapangan dengan dokumen yang dilaporkan.
Sekretaris PTA Surabaya juga menekankan agar setiap satuan kerja membangun tim ZI yang solid, melakukan evaluasi internal secara berkala, serta memastikan inovasi pelayanan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pencari keadilan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh Pengadilan Agama se-Jawa Timur semakin siap dan terarah dalam membangun Zona Integritas Tahun 2026. Sinergi antara kebijakan pusat dan implementasi di tingkat satuan kerja menjadi kunci keberhasilan meraih predikat WBK dan WBBM.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang konstruktif, menandai semangat kolektif jajaran peradilan agama di bawah koordinasi Pengadilan Tinggi Agama Surabaya dalam mewujudkan peradilan yang modern, transparan, dan berintegritas.
Belum ada komentar, jadilah yang pertama Komentar !