img-logo img-logo
PTA Surabaya Ikuti Pembukaan Bimtek Administrasi Perkara Secara Elektronik Badilag di Cianjur
PTA Surabaya Ikuti Pembukaan Bimtek Administrasi Perkara Secara Elektronik Badilag di Cianjur
Tanggal Rilis Berita : 11 Mei 2026, Pukul 18:26 WIB, Telah dilihat 57 Kali

Pengadilan Tinggi Agama Surabaya mengikuti kegiatan pembukaan Bimbingan Teknis Administrasi Perkara Secara Elektronik di Lingkungan Peradilan Agama yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Le Eminence Puncak Hotel Convention & Resort dan menjadi awal rangkaian acara yang berlangsung hingga 13 Mei 2026.

image host

Kegiatan ini diikuti oleh para panitera tingkat banding dan pengelola teknologi informasi tingkat banding dari seluruh Indonesia sebagai upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan administrasi perkara secara elektronik di lingkungan peradilan agama. Dari PTA Surabaya, kegiatan tersebut dihadiri oleh Panitera PTA Surabaya, Dr. Ma'sum Umar, S.H., M.H., serta Pranata Komputer Ahli Pertama, Jazaak Firdaus Syafaat, S.T.

Dalam laporan kegiatan, Kasubdit Bimbingan dan Monitoring Badilag selaku Ketua Panitia, Pranasta Surga menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya kendala dalam implementasi sistem informasi pengadilan di satuan kerja. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pemahaman serta koordinasi antar satuan kerja agar penerapan administrasi perkara secara elektronik dapat berjalan lebih optimal.

image host

Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Muchlish, dalam sambutannya menyampaikan bahwa hasil evaluasi menunjukkan masih adanya berbagai kendala pada satuan kerja tingkat pertama yang berdampak langsung hingga ke pusat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengadilan tingkat banding perlu lebih optimal dalam menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan sistem informasi pengadilan.

Beliau menegaskan bahwa Pengadilan Tinggi Agama harus menjadi garda terdepan dalam penyelenggaraan sistem informasi pengadilan. Selain itu, pengelolaan administrasi dan keuangan perkara harus dilakukan secara akurat sehingga tidak menimbulkan selisih maupun celah yang dapat mencederai integritas lembaga peradilan.

image host

Lebih lanjut, Dirjen Badilag berharap agar pengadilan tingkat banding tidak hanya menjadi pengguna sistem, tetapi juga mampu menjadi katalis dalam mempercepat penerapan sistem informasi pengadilan. Pengadilan Tinggi Agama diharapkan memiliki kemampuan untuk mendalami sistem sekaligus menjaga keberlangsungan penggunaan sistem informasi pengadilan agar dapat berjalan dengan baik pada pengadilan tingkat pertama.

Rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis Administrasi Perkara Secara Elektronik ini secara resmi dibuka oleh Dirjen Badilag. Melalui forum tersebut, seluruh peserta diharapkan dapat menjadikannya sebagai sarana berdiskusi, berbagi pengalaman, serta menyampaikan masukan guna menyempurnakan sistem informasi pengadilan agar semakin efektif, modern, dan akuntabel dalam mendukung pelayanan peradilan agama.

Belum ada komentar, jadilah yang pertama Komentar !