Peringatan Hari Ulang Tahun Mahkamah Agung Republik Indonesia ke-80 diselenggarakan di halaman kantor Pengadilan Agama Pasuruan dengan penuh khidmat. Seluruh pimpinan dan aparatur pengadilan hadir untuk mengikuti jalannya upacara. Acara dimulai sejak pagi hari dengan rangkaian persiapan yang tertata rapi. Kehadiran seluruh aparatur mencerminkan rasa kebersamaan dan tanggung jawab sebagai bagian dari lembaga peradilan. Suasana upacara berlangsung tertib dan penuh makna bagi seluruh peserta.

Upacara dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Pasuruan yang bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan arahan resmi dari Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia. Arahan tersebut menegaskan tema besar HUT ke-80 Mahkamah Agung, yaitu “Pengadilan Bermartabat, Negara Berdaulat.” Tema ini menekankan bahwa martabat peradilan menjadi fondasi penting dalam menjaga kedaulatan negara hukum. Dengan martabat peradilan yang dijunjung tinggi, keadilan akan dapat ditegakkan secara maksimal.

Selain itu, Ketua Pengadilan Agama Pasuruan juga menegaskan pentingnya menjaga integritas dan independensi lembaga peradilan. "Mahkamah Agung menurut Presiden Soekarno adalah garda terakhir dalam penegakan hukum yang berjalan di Negara Republik Indonesia ini. Jikalau Kejaksaan, Kepolisian, dan Instansi lainnya tidak dapat menyelesaikan penegakan hukum, maka Mahkamah Agung adalah keputusan final" - Ujar Ketua Mahkamah Agung RI yang disampaikan oleh Ketua Pengadilan Agama Pasuruan. Nilai tersebut menjadi dasar yang harus selalu dipelihara oleh setiap aparatur pengadilan dalam melaksanakan tugasnya. Integritas dan independensi diyakini mampu menjaga wibawa lembaga peradilan di mata masyarakat. Hal ini juga sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang Mahkamah Agung dalam mengawal hukum dan keadilan. Dengan demikian, seluruh aparatur diminta untuk bekerja dengan profesional, jujur, dan penuh tanggung jawab.

Dalam rangkaian prosesi Upacara Memperingati Hari Ulang Tahun Mahkamah Agung Republik Indonesia ke-80, di sela-sela kegiatan dilaksanakan penyerahan penghargaan Satya Lencana Karya Satya X tahun kepada enam pegawai yang telah mengabdi selama 10 tahun dengan penuh dedikasi. Penghargaan ini menjadi wujud apresiasi atas pengabdian dan loyalitas para pegawai dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab di lingkungan peradilan. Selain itu, turut diserahkan secara simbolis Surat Keputusan penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kepada satu orang pegawai PPNPN sebagai bentuk penghargaan atas kinerja dan kontribusi nyata yang telah diberikan. Prosesi penyerahan penghargaan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur, menambah makna tersendiri dalam momentum peringatan HUT MA RI tahun ini. Momen tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh aparatur pengadilan untuk terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Usai rangkaian upacara selesai, acara dilanjutkan dengan pelepasan balon ucapan HUT Mahkamah Agung RI ke-80. Balon-balon tersebut melambung tinggi di langit Pasuruan sebagai simbol harapan agar lembaga peradilan semakin bermartabat. Suasana penuh keceriaan menyelimuti seluruh aparatur yang turut menyaksikan prosesi tersebut. Setelah itu, digelar prosesi potong tumpeng sebagai bagian dari tradisi peringatan. Potongan tumpeng pertama dilakukan oleh Ketua Pengadilan Agama Pasuruan dan diberikan kepada Wakil Ketua Pengadilan Agama Pasuruan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan acara ramah tamah yang diisi dengan makan tumpeng bersama. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh aparatur berkumpul menikmati hidangan. Acara ini tidak hanya menjadi peringatan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi di lingkungan Pengadilan Agama Pasuruan. Dengan momentum HUT Mahkamah Agung ini, seluruh aparatur diharapkan semakin solid dan bersemangat dalam menjalankan tugas. Peringatan HUT ke-80 Mahkamah Agung pun meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir.(Stiph)