Lamongan - Kamis, 2 Oktober 2025, bertempatkan dikantor Pengadilan Agama Lamongan. Seluruh Pegawai Pengadilan Agama Lamongan turut memperingati Hari Batik Nasional. Berbagai macam motif Batik Nusantara dipakai oleh pegawai dan diantaranya juga Batik Khas Mahkamah Agung RI. Penggunaan Batik Khas Mahkamah Agung RI sebagai salah satu pakaian dinas yang digunakan pada hari-hari tertentu, seperti hari Kamis dengan ketentuan pakaiannya. Kebijakan ini mengacu pada Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor: KMA/033/SK/V/2004, yang mengatur secara khusus tentang penggunaan atribut resmi lembaga peradilan, termasuk pakaian dinas. Sejak ditetapkannya aturan tersebut, Batik Mahkamah Agung menjadi identitas tersendiri bagi aparatur peradilan di seluruh Indonesia. Batik Mahkamah Agung RI ini resmi diluncurkan bertepatan dengan acara HUT MA ke-80 pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Batik khas Mahkamah Agung RI memiliki corak dan filosofi yang mencerminkan kewibawaan, keadilan, serta integritas sebagai roh utama lembaga peradilan. Penggunaannya di lingkungan peradilan tidak hanya sebagai seragam, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya bangsa yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia pada 2 Oktober 2009. Batik bukan sekadar kain bermotif, melainkan sebuah karya seni yang sarat makna. Setiap goresan dan motifnya menggambarkan nilai-nilai kehidupan, doa, harapan, dan jati diri bangsa.
Batik adalah simbol kesabaran, ketekunan, serta filosofi hidup yang mendalam, karena proses pembuatannya dilakukan dengan penuh ketelitian dan keindahan. Bagi bangsa Indonesia, batik merupakan identitas nasional, perekat budaya, sekaligus kebanggaan yang diwariskan turun-temurun. Penggunaan batik dalam pakaian dinas peradilan juga menjadi simbol bahwa aparatur peradilan hadir dengan kearifan lokal, integritas, dan semangat pengabdian untuk bangsa. Pengadilan Agama (PA) Lamongan turut serta memeriahkan dengan mengenakan Batik Mahkamah Agung RI yang telah resmi ditetapkan sebagai pakaian dinas pada hari Kamis.

Sejalan dengan kebijakan Mahkamah Agung RI, pada momentum ini seluruh hakim dan pegawai PA Lamongan tampil dengan beragam model batik khas Indonesia yang indah dan penuh makna. Di Kantor Pengadilan Agama Lamongan Ini, sebagian batik Mahkamah Agung RI sudah selesai diproduksi dan dikenakan oleh para aparatur. Keberagaman motif batik yang dipakai hari ini menghadirkan suasana penuh warna, tanpa mengurangi kekhidmatan serta wibawa sebagai aparatur peradilan. Dalam wawancara singkat oleh Ketua PA Lamongan, H. Ridwan Fauzi, S.Ag., M.H., Hari Batik Nasional bukan sekadar perayaan mengenakan kain bermotif indah, tetapi momen refleksi bahwa batik adalah identitas bangsa.


Di Kantor Pengadilan Agama Lamongan ini, kami bangga bisa mengenakan Batik Mahkamah Agung RI yang menjadi simbol kewibawaan peradilan sekaligus warisan budaya bangsa. Batik mengajarkan nilai kesabaran, ketelitian, dan pengabdian—nilai-nilai yang juga kami pegang teguh dalam menjalankan amanah sebagai aparatur peradilan agama. Dengan suasana yang penuh kehangatan, peringatan Hari Batik Nasional di PA Lamongan tahun ini tidak hanya menjadi ajang melestarikan budaya, tetapi juga meneguhkan komitmen seluruh aparatur dalam mengabdi dengan integritas, kebersamaan, dan semangat kebangsaan. Melalui momentum Hari Batik Nasional 2025 ini, Mahkamah Agung RI mengajak seluruh aparatur peradilan untuk terus menjaga keluhuran batik, melestarikannya sebagai budaya bangsa, dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari. bukan hanya sekadar menjalankan aturan, tetapi juga mengenakan jati diri bangsa dan menghidupkan filosofi luhur yang terkandung dalam setiap helai batik Indonesia. (MF)