img-logo img-logo
MENITI TANGGA PENGABDIAN: ASN SITUBONDO DALAMI MANAJEMEN TALENTA
MENITI TANGGA PENGABDIAN: ASN SITUBONDO DALAMI MANAJEMEN TALENTA
Tanggal Rilis Berita : 23 Oktober 2025, Pukul 10:50 WIB, Telah dilihat 53 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Situbondo

Pegawai Pengadilan Agama Situbondo, Jefri Yulianto, S.Pd., mengikuti kegiatan daring ASN Belajar Seri 41 tahun 2025 dengan tema "Meniti Tangga Pengabdian: Pola Karir ASN Menuju Birokrasi Berdampak". Acara ini berlangsung pada Kamis, 23 Oktober 2025 dan diikuti dari Ruang Kesekretariatan Pengadilan Agama Situbondo. Kegiatan diisi oleh narasumber Aba Subagja yang mengulas urgensi manajemen talenta ASN sebagai kunci pembangunan birokrasi yang profesional, adaptif, dan inovatif. “Manajemen talenta ASN adalah kunci utama dalam membangun birokrasi yang siap bersaing global menuju tahun 2045,” tegas Aba dalam materinya.

 

WhatsApp Image 2025 10 23 at 10.40.42

Dalam paparannya, Aba Subagja menjelaskan pentingnya sistem karier yang jelas dan adil, di mana jalur karier ASN lebih terencana, transparan, berbasiskan kompetensi dan bebas dari intervensi politik. “ASN harus mendapatkan peluang yang setara tanpa diskriminasi, sehingga dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal,” ujar Aba. Konsep ini diharapkan mendukung terciptanya birokrasi yang bersih dan profesional. Sistem karier yang sehat akan memastikan ASN meniti tangga pengabdian secara berkelanjutan. Selain itu, pembahasan juga mencakup perlunya menyiapkan talent pool pemimpin masa depan yang kompeten.

WhatsApp Image 2025 10 23 at 10.40.04

Materi kemudian menguraikan keseimbangan nasional dan daerah dalam distribusi talenta ASN, guna mendukung pemerataan layanan publik di pusat maupun wilayah. Aba menekankan pentingnya kebijakan penempatan yang dapat memperkuat layanan publik di semua daerah. “Distribusi talenta bukan hanya soal jumlah, tapi kualitas dan kebutuhan wilayah sebagai prioritas,” jelasnya. Hal ini menjadi landasan untuk memastikan daerah-daerah tertinggal mendapatkan perhatian khusus dalam pengembangan ASN. Dengan demikian, pelayanan publik bisa merata dan berdampak positif bagi masyarakat luas. Keseimbangan ini menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan manajemen talenta.

Optimalisasi potensi ASN juga menjadi fokus dalam sesi ini, yakni penempatan dan pengembangan talenta sesuai keahlian agar kinerja lebih efektif dan berdampak. Aba mengungkapkan bahwa menempatkan ASN pada posisi yang sesuai akan meningkatkan motivasi dan produktivitas. “Potensi setiap ASN adalah aset negara yang harus dikembangkan dengan tepat sasaran,” ujarnya. Pengembangan kompetensi berkelanjutan menjadi kunci untuk menghadapi tantangan birokrasi modern. ASN didorong untuk memiliki skill yang relevan dan adaptif terhadap perubahan. Manajemen talenta yang optimal mendorong birokrasi yang dinamis dan responsif.