img-logo img-logo
PA SITUBONDO IKUTI WEBINAR DISIPLIN POSITIF: MENDIDIK ANAK TANPA EMOSI NEGATIF
PA SITUBONDO IKUTI WEBINAR DISIPLIN POSITIF: MENDIDIK ANAK TANPA EMOSI NEGATIF
Tanggal Rilis Berita : 23 Oktober 2025, Pukul 12:01 WIB, Telah dilihat 40 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Situbondo

Pegawai Pengadilan Agama Situbondo, Rezha Kusuma, S.H., mengikuti Webinar Seri II Disiplin Positif di Rumah: Mendidik Tanpa Emosi Negatif pada Kamis, 23 Oktober 2025. Kegiatan tersebut diikuti secara daring dari Ruang Kesekretariatan Pengadilan Agama Situbondo. Webinar ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya pola asuh yang positif dalam keluarga. Kegiatan ini bertujuan membantu para peserta, terutama orang tua, untuk menerapkan disiplin tanpa kekerasan dan emosi negatif. Narasumber dalam webinar ini adalah Arum Mawarni, seorang praktisi pendidikan keluarga.

WhatsApp Image 2025 10 23 at 11.51.51 2

Dalam paparannya, Arum Mawarni menjelaskan konsep disiplin positif sebagai metode mendidik anak dengan cara yang menghargai, memahami, dan membimbing tanpa ancaman maupun hukuman. Menurutnya, orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keseimbangan antara kasih sayang dan ketegasan. Ia menyampaikan bahwa mendidik tanpa emosi negatif bukan berarti membiarkan anak berbuat sesuka hati, melainkan mengarahkan mereka dengan penuh kesadaran. “Disiplin bukan soal marah, tapi soal mengajar dengan hati,” tegasnya. Arum juga menambahkan bahwa lingkungan rumah harus menjadi tempat yang aman bagi anak untuk belajar dan berkembang.

WhatsApp Image 2025 10 23 at 11.51.51 3


Materi yang dipaparkan dalam webinar juga merujuk pada panduan National Academy of Sciences tentang peran orang tua. Di dalamnya disebutkan bahwa peran utama orang tua meliputi menjaga kesehatan dan keselamatan anak, meningkatkan kesejahteraan emosional, serta menanamkan keterampilan sosial. Selain itu, orang tua juga harus mempersiapkan anak secara intelektual agar siap menghadapi tantangan masa depan. “Peran orang tua tidak hanya mengasuh, tapi juga membentuk karakter dan daya juang anak,” ujar Arum. Ia menekankan bahwa komunikasi yang efektif dan empatik merupakan kunci dari hubungan orang tua dan anak yang sehat. Hal ini menjadi dasar dalam penerapan disiplin positif di rumah.


Arum Mawarni juga membahas tentang pentingnya pengendalian diri bagi orang tua ketika menghadapi perilaku anak yang menantang. Ia mengatakan bahwa emosi negatif seperti marah, frustrasi, atau kecewa sering kali muncul karena orang tua tidak siap menghadapi dinamika tumbuh kembang anak. “Kunci utama adalah kesadaran diri. Saat kita bisa mengelola emosi, kita juga bisa mengarahkan anak dengan lebih baik,” jelasnya. Ia memberikan tips praktis seperti mengambil jeda sejenak sebelum menegur anak, berbicara dengan nada tenang, dan memberi contoh perilaku positif. Materi ini dinilai sangat relevan dengan kondisi keluarga modern saat ini. Para peserta merasa mendapatkan banyak pencerahan dari penjelasan tersebut.