Pegawai Pengadilan Agama Situbondo, Yoyok Hadi, mengikuti Webinar Pemanfaatan AI dalam Meningkatkan Produktivitas dan Kinerja ASN pada Jumat, 24 Oktober 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh peserta di ruang Kesekretariatan. Narasumber dalam acara ini adalah Indra Riswadinata. Acara bertujuan membekali ASN dengan wawasan penggunaan Artificial Intelligence (AI) di lingkungan birokrasi. Keikutsertaannya diapresiasi sebagai komitmen terhadap inovasi pelayanan publik.

Materi yang disampaikan Indra Riswadinata menekankan pentingnya kualitas dan validitas konten hasil AI. Teks yang dihasilkan AI memang rapi, namun sering kali mengandung kesalahan faktual yang memerlukan perhatian. Narasumber mengingatkan, "AI bisa membantu, tapi tetap dibutuhkan verifikasi dari manusia agar informasi yang beredar akurat." Tantangan etika terkait akurasi juga menjadi sorotan dalam sesi materi. Webinar ini menekankan peran penting ASN dalam mengawasi output AI. Peserta diajak aktif berdiskusi mengenai potensi dan risiko penggunaan AI.

Isu keamanan dan privasi data menjadi poin utama dalam materi yang disampaikan narasumber. Penggunaan AI, menurut Indra, berisiko terhadap pelanggaran privasi dan keamanan data pengguna. "Jangan sampai data sensitif ASN disalahgunakan oleh sistem yang tidak terjamin keamanannya," jelas Indra. Oleh karena itu, perlindungan data harus menjadi prioritas utama setiap institusi. Peserta diminta untuk lebih waspada saat mengintegrasikan AI ke dalam sistem kerja.
Selain itu, transparansi dan pengungkapan dalam penggunaan AI juga dibahas secara mendalam. Indra Riswadinata menyoroti adanya perbedaan pandangan mengenai keterbukaan dalam menginformasikan penggunaan AI kepada publik. "Transparansi sangat penting agar masyarakat tahu sejauh mana peran AI dalam proses pelayanan," kata narasumber. Peran manusia dalam penyuntingan dan penulisan tetap esensial untuk memastikan kredibilitas informasi. Materi selanjutnya membahas tentang ketergantungan pada AI. Materi di gambar menyoroti bahwa peningkatan ketergantungan pada AI dapat mengurangi peran manusia dalam penyuntingan dan mempengaruhi standar etika serta kualitas publikasi.