Pegawai Pengadilan Agama Situbondo, Rifkiawati, mengikuti Webinar Bincang Sehat: Peran Perempuan dalam Pencegahan Kanker Payudara pada Jumat, 24 Oktober 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti di ruang Kepaniteraan dengan antusiasme tinggi. Webinar tersebut menghadirkan narasumber ahli, Dr. dr. Diani Kartini, SpB(K)Onk, yang merupakan dokter spesialis bedah onkologi. Narasumber membahas pentingnya deteksi dini kanker payudara dan peran aktif perempuan dalam menjaga kesehatan diri. “Kanker payudara dapat dicegah bila kita mampu mengenali gejalanya sejak awal,” ujar dr. Diani dalam pemaparannya.

Dalam materinya, dr. Diani menjelaskan tentang pentingnya melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) secara rutin. Pemeriksaan ini bertujuan agar setiap perempuan mampu mengenali topografi atau bentuk dan tekstur payudaranya sendiri. Dengan cara ini, seseorang dapat mendeteksi perubahan yang terjadi, baik dalam bentuk benjolan, perubahan warna kulit, maupun keluarnya cairan yang tidak normal. “SADARI dilakukan agar perempuan lebih peka terhadap tubuhnya sendiri,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa pemeriksaan ini sebaiknya dikombinasikan dengan pemeriksaan klinis oleh tenaga medis dan mamografi.

Lebih lanjut, dr. Diani menerangkan bahwa pemeriksaan SADARI memiliki dua langkah dasar, yaitu visual dan taktil. Langkah visual dilakukan dengan mengamati bentuk dan simetri payudara di depan cermin, sedangkan langkah taktil dilakukan dengan meraba seluruh permukaan payudara secara perlahan. “Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan setiap selesai menstruasi pada setiap bulan,” ujarnya memberi penekanan. Menurut data yang dipaparkannya, 85% kelainan pada payudara pertama kali dikenali oleh penderita sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran individu menjadi kunci utama dalam pencegahan.
Dalam sesi tersebut, narasumber juga menegaskan bahwa tidak semua benjolan di payudara berarti kanker. Banyak benjolan bersifat jinak dan dapat diatasi dengan pengobatan ringan atau pengawasan medis. “Jangan langsung panik ketika menemukan benjolan, tetapi segera konsultasikan dengan dokter,” tegas dr. Diani. Ia mengingatkan bahwa ketakutan dan stigma sering membuat perempuan menunda pemeriksaan. Akibatnya, banyak kasus kanker payudara ditemukan dalam stadium lanjut.