img-logo img-logo
PA SITUBONDO IKUTI WEBINAR INSPIRATIF LPDP AFIRMASI DISABILITAS MENTAL
PA SITUBONDO IKUTI WEBINAR INSPIRATIF LPDP AFIRMASI DISABILITAS MENTAL
Tanggal Rilis Berita : 29 Oktober 2025, Pukul 14:47 WIB, Telah dilihat 77 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Situbondo

Pegawai Pengadilan Agama Situbondo, Agus Dedy, S.H., mengikuti Webinar bertajuk "Mental Illness Bukan Penghalang Mimpi, Cerita Awardee LPDP Afirmasi" yang diselenggarakan pada Selasa, 28 Oktober 2025. Acara ini diikuti secara daring dari ruang Kepaniteraan Pengadilan Agama Situbondo. Narasumber utama webinar adalah Zafira Amani, seorang awardee LPDP Afirmasi Disabilitas Mental yang tengah menempuh studi di University of Melbourne, Australia. Zafira mengawali pemaparannya dengan semangat, "Mental illness bukanlah penghalang untuk meraih mimpi, tapi justru menjadi pendorong untuk terus berjuang." Audiens mengikuti dengan antusias cerita inspiratif mengenai perjalanan hidup dan akademiknya. Webinar ini mengusung pesan penting tentang keberanian dan tekad menghadapi keterbatasan.

WhatsApp Image 2025 10 29 at 14.33.09 1

Zafira menceritakan bagaimana ia menghadapi tantangan disabilitas mental selama proses studi dan bagaimana dukungan dari berbagai pihak sangat membantu keberhasilannya. Ia menegaskan bahwa dukungan sosial dan kebijakan afirmasi memberi ruang kesempatan yang sama bagi mereka yang memiliki keterbatasan. "Saya terbantu dengan adanya program afirmasi yang mendukung mahasiswa dengan disabilitas mental seperti saya," katanya. Webinar ini membekali peserta dengan wawasan tentang pentingnya inklusivitas dalam dunia pendidikan dan kerja. Peserta juga belajar bagaimana menumbuhkan empati dan kesadaran akan isu kesehatan mental. Pesan ini relevan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.

WhatsApp Image 2025 10 29 at 14.45.13

Selama sesi, Zafira juga membagikan kiat-kiat dalam mengelola kesehatan mental agar tetap bisa produktif dan bermanfaat bagi orang lain. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara studi, aktivitas sosial, dan perawatan kesehatan. "Mental health management adalah kunci agar kita tetap mampu berkarya meskipun dalam keterbatasan," ujar Zafira dengan penuh keyakinan. Cerita perjuangan Zafira menjadi motivasi bagi peserta agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi masalah pribadi. Webinar ini juga menjadi ruang tukar pengalaman dari berbagai kalangan peserta. Semua sepakat bahwa stigma terhadap disabilitas mental harus dihapuskan.

Selain berbagi pengalaman, webinar juga membahas aspek kebijakan afirmasi dalam sistem pendidikan dan beasiswa LPDP. Narasumber menjelaskan mekanisme dan kriteria penerimaan melalui jalur afirmasi khusus disabilitas mental. Program ini merupakan bentuk keadilan kompensasi agar kelompok rentan mendapat peluang yang layak. "Kami ingin memastikan bahwa semua peserta dapat mengakses pendidikan tanpa diskriminasi," ungkap Zafira. Materi ini membuka wawasan peserta tentang berbagai kebijakan inklusif yang bisa diterapkan di daerah masing-masing. Webinar menjadi sarana edukasi penting dalam memperkuat komitmen inklusivitas nasional.