img-logo img-logo
PA SITUBONDO IKUTI WEBINAR PENTING: KIAT MEMBANGUN PERCAYA DIRI ABK
PA SITUBONDO IKUTI WEBINAR PENTING: KIAT MEMBANGUN PERCAYA DIRI ABK
Tanggal Rilis Berita : 12 Desember 2025, Pukul 11:25 WIB, Telah dilihat 37 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Situbondo

Pengadilan Agama (PA) Situbondo terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan diri pegawai, terutama dalam isu-isu keluarga dan pengasuhan. Salah satu stafnya, Q. Romadhani, S.H., mengikuti webinar penting yang membahas strategi spesifik dalam membangun kepercayaan diri anak berkebutuhan khusus (ABK). Acara daring bertajuk “Strategi Membangun Kepercayaan Diri Anak Berkebutuhan Khusus di Depan Umum” ini diselenggarakan pada Kamis, 11 Desember 2025. Partisipasi ini merupakan langkah proaktif PA Situbondo untuk memastikan pegawainya memiliki wawasan yang komprehensif terkait dinamika keluarga modern dan penanganan ABK. Webinar tersebut disaksikan secara daring dari Ruang Kepaniteraan PA Situbondo, menunjukkan keseriusan institusi dalam mendukung inisiatif edukatif. Fokus utama materi yang disampaikan oleh narasumber Wiwit Subandiyah adalah pengisian "Tangki Cinta Anak".

WhatsApp Image 2025 12 12 at 11.22.12

Materi inti webinar berfokus pada konsep Love Language atau Lima Bahasa Cinta Anak, yang dipopulerkan oleh Dr. Gary Chapman. Menurut teori ini, kepercayaan diri seorang anak akan tumbuh pesat ketika mereka merasa diterima dan dicintai sesuai dengan cara yang paling mereka pahami. Setiap anak memiliki bahasa cinta primer yang menjadi wadah utama mereka menerima kasih sayang dan validasi. Memahami bahasa cinta ini merupakan kunci vital bagi orang tua untuk mengisi penuh "Tangki Cinta Anak". Jika tangki cinta ini penuh, anak akan merasa aman, dihargai, dan pada akhirnya memiliki keberanian untuk tampil di depan umum. Pemahaman mendalam tentang konsep ini diharapkan dapat membantu orang tua ABK menemukan cara yang tepat untuk berkomunikasi dengan buah hati mereka.

WhatsApp Image 2025 12 12 at 10.48.48

Dua bahasa cinta pertama yang dibahas detail adalah Kata-kata Penegasan dan Sentuhan Fisik. Kata-kata Penegasan diartikan sebagai pujian yang bersifat spesifik dan tulus, bukan hanya pujian umum semata. Contoh yang diberikan narasumber adalah kalimat seperti, “Hebat, kamu sudah berani pegang mic, berani mencoba!” yang langsung memuji aksi spesifik anak. Sementara itu, Sentuhan Fisik mencakup ekspresi kasih sayang non-verbal seperti pelukan hangat, usapan lembut di punggung, atau high-five sebagai bentuk apresiasi. Sentuhan fisik sangat esensial karena dapat mengalirkan rasa aman dan kedekatan emosional secara instan. Kedua bahasa ini menjadi fondasi penting dalam membangun validasi diri anak, terutama bagi ABK yang mungkin menghadapi tantangan komunikasi verbal.

Narasumber Wiwit Subandiyah kemudian mengulas dua bahasa cinta berikutnya, yaitu Waktu Berkualitas dan Tindakan Pelayanan. Waktu Berkualitas didefinisikan secara tegas sebagai momen bermain atau berinteraksi tanpa adanya gangguan atau distraksi dari gawai atau pekerjaan. Orang tua perlu hadir sepenuhnya (secara fisik dan mental) saat bersama anak untuk membuat mereka merasa penting dan istimewa. Tindakan Pelayanan melibatkan bantuan kecil yang penuh makna dan apresiasi tulus atas keberadaan anak. Contohnya bisa berupa membantu anak menyelesaikan tugas yang sulit atau menyiapkan hal-hal yang mereka butuhkan tanpa diminta. "Intinya adalah pelayanan yang menunjukkan, 'Saya peduli pada kebutuhanmu dan saya bersedia membantumu'," terang Wiwit Subandiyah saat menjelaskan poin ini.