img-logo img-logo
Hakim PA Pasuruan Sampaikan Makna Filosofis Bulan Sya’ban di MTsN Kota Pasuruan
Hakim PA Pasuruan Sampaikan Makna Filosofis Bulan Sya’ban di MTsN Kota Pasuruan
Tanggal Rilis Berita : 23 Januari 2026, Pukul 16:15 WIB, Telah dilihat 39 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Pasuruan

Pasuruan – Suasana khidmat menyelimuti lingkungan MTsN Kota Pasuruan pada hari Jumat, 23 Januari 2026, saat pelaksanaan ibadah shalat Jumat berjamaah. Pada kesempatan tersebut, Hakim Pengadilan Agama Pasuruan, Drs. Syaiful Iman, S.H., M.H., hadir secara langsung untuk bertindak sebagai imam sekaligus khatib di hadapan ratusan siswa dan tenaga pengajar. Kehadiran tokoh hukum ini bertujuan untuk memberikan pembekalan spiritual bagi para siswa dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan yang sudah semakin dekat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter dan spiritualitas di lingkungan pendidikan. Melalui materi khutbahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk menata niat dengan benar agar ibadah yang dilakukan mendapatkan keutamaan di sisi Allah SWT. 

Dalam khutbahnya, Drs. Syaiful Iman secara mendalam mengupas filosofi lima huruf yang membentuk kata "Sya’ban" merujuk pada kitab Nuzhatul Majâlis wa Muntakhabun Nafâ'is. Huruf pertama, Shin, melambangkan Asy-Syaraf atau kemuliaan, di mana Sya'ban adalah waktu diangkatnya amal perbuatan manusia. Huruf kedua, Ain , berarti Al-Uluw yang merupakan simbol peningkatan derajat keimanan dan ketakwaan seorang hamba. Kemudian, huruf ketiga Ba melambangkan Al-Birru atau kebajikan secara luas, baik ritual maupun sosial. Melalui penjelasan ini, khatib menekankan bahwa Sya’ban bukan sekadar bulan biasa, melainkan momentum penting untuk melakukan penyucian hati.  

Whats-App-Image-2026-01-23-at-12-57-00

Drs. Syaiful Iman, S.H., M.H. juga menjelaskan dua huruf terakhir yang memiliki makna kedamaian dan pencerahan bagi umat Islam. Huruf keempat, Alif, dimaknai sebagai Al-Ulfah yang berarti kasih sayang, di mana umat Muslim diingatkan untuk memperbaiki hubungan yang renggang dan saling memaafkan. Sementara itu, huruf terakhir Nun bermakna An-Nur atau cahaya yang melambangkan hidayah serta ketenangan jiwa. Beliau berpesan agar momentum ini digunakan untuk memperkuat solidaritas, terutama di tengah berbagai kejadian memilukan seperti bencana dan konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia. Seluruh rangkaian nilai ini diharapkan menjadi bekal utama bagi para siswa sebelum memasuki bulan puasa.  

Sebagai penutup, beliau memberikan kutipan inspiratif untuk memotivasi para jamaah agar tidak menyia-nyiakan waktu di bulan mulia ini.
"Jangan biarkan Sya'ban berlalu tanpa makna, mari jadikan bulan ini sebagai persiapan ruhani agar ketika Ramadhan tiba, kita benar-benar siap memasukinya dengan hati yang bersih dan iman yang kuat," ujar Drs. Syaiful Iman dalam pesan khutbahnya.  
Pelaksanaan shalat Jumat ini berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan doa bersama untuk kemaslahatan umat. Pihak MTsN Kota Pasuruan berharap kehadiran praktisi hukum sebagai khatib dapat memberikan warna baru dan wawasan yang lebih luas bagi para siswa.