Webinar bertajuk “Deepfake dan AI 2026: Ancaman Baru Bagi Masyarakat Digital” telah diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat (Diskominfo Jabar) pada Rabu, 28 Januari 2026 pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang semakin pesat. Webinar tersebut diikuti oleh berbagai peserta dari instansi pemerintah dan lembaga peradilan.

Salah satu peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah Dani Noviyanto, S.H., yang merupakan Petugas IT Pengadilan Agama Lumajang. Keikutsertaan tersebut menunjukkan komitmen aparatur peradilan dalam memahami tantangan digital yang berpotensi memengaruhi sistem pelayanan publik. Webinar ini juga menjadi wadah diskusi strategis terkait perlindungan data dan keamanan informasi.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Jodie Prasetyo, yang dikenal sebagai pemerhati dan praktisi teknologi digital. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan dampak teknologi deepfake dan kecerdasan buatan terhadap kepercayaan publik serta stabilitas sosial. Ia menyampaikan bahwa “tanpa literasi digital yang memadai, teknologi deepfake dapat menjadi ancaman serius bagi keamanan informasi dan tatanan demokrasi.”

Melalui webinar ini, Diskominfo Jabar berharap peserta dapat lebih waspada dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Pemahaman yang komprehensif mengenai deepfake dan AI dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan teknologi di ruang siber. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan ekosistem digital yang aman dan bertanggung jawab.