Kamis, 29 Januari 2026, Pengadilan Agama Situbondo menyaksikan Wisuda Purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung. Kegiatan tersebut diikuti secara daring melalui kanal YouTube resmi Mahkamah Agung RI. Seluruh rangkaian acara disaksikan bersama di Media Center Pengadilan Agama Situbondo. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh rasa hormat. Wisuda purnabakti ini menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang pengabdian seorang hakim.

Wisuda purnabakti diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas pengabdian Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung. Sosok yang diwisuda adalah Drs. H. Sahrudin, S.H., M.H.I. Selama menjabat, beliau dikenal sebagai pimpinan yang berintegritas dan berdedikasi tinggi. Acara ini menjadi simbol penghargaan atas kerja keras dan pengabdian yang telah diberikan. Tidak hanya bagi institusi, namun juga bagi masyarakat pencari keadilan. Penghormatan ini mencerminkan budaya organisasi yang menjunjung tinggi nilai pengabdian.

Selama masa tugasnya, Drs. H. Sahrudin telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi penguatan lembaga peradilan. Beliau aktif mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan peradilan agama. Berbagai kebijakan dan inovasi turut memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan. Dalam kepemimpinannya, nilai profesionalitas dan integritas senantiasa dijunjung tinggi. Hal tersebut menjadi teladan bagi aparatur peradilan di berbagai satuan kerja. Pengabdian beliau meninggalkan jejak positif yang berkesinambungan.
Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, YM Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., turut menyampaikan sambutan pada acara tersebut. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi mendalam atas perjalanan karier Drs. H. Sahrudin. “Menjadi hakim yang mampu mencapai garis finis dengan selamat adalah sebuah anugerah dan prestasi yang luar biasa,” ujar Ketua Mahkamah Agung RI. Beliau menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak mudah dan membutuhkan keteguhan hati. “Bapak Drs. Sahrudin telah membuktikan bahwa konsistensi, kejujuran, dan dedikasi adalah kunci utama,” lanjutnya. Pernyataan tersebut disambut dengan penuh rasa hormat oleh seluruh peserta.