Kediri – Pengadilan Agama Kota Kediri menggelar kegiatan Sharing Session pada Rabu, (11/2/2026) pukul 07.30 WIB di halaman depan kantor. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh aparatur sebagai bagian dari penguatan budaya kerja dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Acara dibuka dengan pengucapan Yel-Yel PA Kota Kediri, pembacaan 8 Nilai Utama Mahkamah Agung RI, serta 10 Budaya Malu. Momentum tersebut menjadi pengingat komitmen bersama dalam menjaga integritas dan profesionalisme. Suasana pagi yang penuh semangat mencerminkan kebersamaan dan soliditas seluruh pegawai.

Setelah rangkaian pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan stretching yang dipandu oleh Adlan Maghfuryan, S.H., selaku Agen Perubahan PA Kota Kediri Tahun 2026. Gerakan peregangan tersebut bertujuan menjaga kebugaran sekaligus membangun energi positif sebelum memulai aktivitas pelayanan. Kegiatan kemudian memasuki inti acara, yakni Sharing Session yang disampaikan oleh Penata Layanan Operasional, Titik Lestiana, S.Pd., S.H. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya budaya menyapa sebagai bagian dari pelayanan prima. Materi disampaikan secara komunikatif sehingga mampu menggugah kesadaran seluruh peserta.
Dalam sharing session tersebut, narasumber menyampaikan bahwa sapaan sederhana memiliki peran besar dalam mendukung kualitas layanan di Pengadilan Agama Kota Kediri. In the sharing session, the speaker highlighted that greetings, though simple, play a significant role in supporting service quality within the Religious Court of Kediri City. Sapaan mencerminkan empati terhadap para pencari keadilan, menunjukkan profesionalisme aparatur, serta merepresentasikan komitmen institusi dalam memberikan pelayanan publik yang unggul. Considering that many litigants come with sensitive personal matters, a warm and respectful greeting can foster comfort, trust, and a positive first impression. Oleh karena itu, sapaan yang konsisten dan tulus bukan sekadar rutinitas, melainkan elemen penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat dan menjaga marwah lembaga peradilan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan oleh Pelaksana Harian (PLh) Ketua PA Kota Kediri, Bapak Harun JP, S.Ag., M.H.I., yang memberikan apresiasi kepada narasumber atas materi yang inspiratif dan relevan. Ia menegaskan bahwa budaya pelayanan yang humanis harus menjadi karakter setiap aparatur peradilan. Pembinaan tersebut juga menjadi refleksi bersama untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Drs. Rustam, Hakim PA Kota Kediri. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PA Kota Kediri menegaskan komitmennya dalam membangun pelayanan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.