Rabu, 04 Maret 2026, Penata Layanan Operasional Pengadilan Agama Situbondo, Agus Dedy Prayitno, S.AP., mengikuti Webinar AI untuk Manajemen Proyek – Teknik Perencanaan Sederhana dan Penyusunan Action Plan. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti dari ruang Kepaniteraan. Webinar tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan antusiasme. Materi yang disajikan dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pengelolaan program kerja di lingkungan satuan kerja. Partisipasi ini mencerminkan komitmen dalam meningkatkan kompetensi profesional ASN.

Webinar menghadirkan narasumber Ara yang memaparkan materi secara sistematis dan aplikatif. Dalam pemaparannya, Ara menjelaskan bagaimana Artificial Intelligence dapat membantu menyederhanakan proses perencanaan proyek. Ia menekankan bahwa AI bukan untuk menggantikan manusia, melainkan untuk mendukung pengambilan keputusan. “AI dapat membantu kita menyusun perencanaan lebih cepat, terstruktur, dan berbasis data,” ujarnya. Peserta diberikan contoh penggunaan AI dalam menyusun timeline dan identifikasi risiko proyek. Penjelasan tersebut membuka wawasan baru tentang pentingnya adaptasi teknologi dalam manajemen kerja.

Materi juga membahas teknik perencanaan sederhana yang dapat diterapkan secara praktis di instansi pemerintah. Ara menjelaskan langkah-langkah menyusun action plan yang efektif dan terukur. Menurutnya, kejelasan tujuan menjadi fondasi utama dalam setiap proyek. “Tanpa tujuan yang jelas, action plan hanya akan menjadi daftar kegiatan tanpa arah,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya evaluasi berkala dalam setiap tahapan pelaksanaan proyek. Dengan pendekatan sistematis, proyek dapat berjalan lebih efisien dan tepat sasaran.
Selain itu, narasumber memaparkan strategi memanfaatkan AI untuk mengidentifikasi prioritas pekerjaan. Teknologi AI dinilai mampu membantu menganalisis data dan memberikan rekomendasi strategis. Hal ini sangat bermanfaat dalam menyusun program kerja tahunan maupun kegiatan berbasis target kinerja. Peserta diajak untuk memahami cara menyusun indikator keberhasilan yang terukur. Ara juga menyampaikan bahwa kolaborasi antara kecakapan manusia dan teknologi menjadi kunci keberhasilan. Dengan sinergi tersebut, organisasi dapat bergerak lebih adaptif dan inovatif.