img-logo img-logo
SEKRETARIS PA SITUBONDO MENGIKUTI PELATIHAN MANAJEMEN RESIKO HARI KEEMPAT
SEKRETARIS PA SITUBONDO MENGIKUTI PELATIHAN MANAJEMEN RESIKO HARI KEEMPAT
Tanggal Rilis Berita : 30 April 2026, Pukul 14:01 WIB, Telah dilihat 5 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Situbondo

Kamis, 30 April 2026, Sekretaris Pengadilan Agama Situbondo, Hillyah Sa'diah, S.H., M.H., kembali mengikuti kegiatan Pelatihan Manajemen Risiko hari keempat. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti dari ruang Media Center Pengadilan Agama Situbondo. Pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur dalam pengelolaan risiko organisasi. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan sejak awal hingga akhir. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan interaktif. Materi yang disampaikan pada hari keempat ini dinilai sangat relevan dengan kondisi organisasi saat ini.

WhatsApp Image 2026 04 30 at 11.36.49 1

Narasumber pada sesi kali ini adalah Ibu Nila Eka Putri dari Badiklat PKN BPK. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan materi mengenai pilar pembentuk budaya risiko yang sehat. “Budaya risiko yang sehat merupakan fondasi utama dalam menciptakan organisasi yang tangguh dan adaptif,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa seluruh elemen organisasi harus memiliki kesadaran terhadap pentingnya manajemen risiko. Para peserta terlihat aktif menyimak setiap penjelasan yang disampaikan.

Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting dalam membangun budaya risiko. Di antaranya adalah kepemimpinan yang berkomitmen, komunikasi yang efektif, serta sistem pengendalian yang kuat. Narasumber menjelaskan bahwa ketiga pilar tersebut harus berjalan secara seimbang. “Tanpa komitmen pimpinan, budaya risiko tidak akan terbentuk secara optimal,” jelasnya. Selain itu, penting juga adanya keterlibatan seluruh pegawai dalam mengidentifikasi risiko. Hal ini bertujuan agar potensi risiko dapat dikelola secara menyeluruh.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD). Dalam sesi ini, peserta diajak untuk berdiskusi terkait mitigasi terhadap gejala keruntuhan budaya risiko. Diskusi berlangsung secara aktif dengan berbagai pandangan dan pengalaman yang dibagikan oleh peserta.Kegiatan ini memberikan pemahaman praktis dalam mengatasi permasalahan di lapangan. Suasana diskusi berlangsung dinamis dan konstruktif.