Pengadilan Agama (PA) Nganjuk terus berupaya meningkatkan keamanan data dan integritas dokumen digital dengan mengikuti diskusi online tingkat nasional pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan strategis ini mengangkat tema penting mengenai "Implementasi Multi-Factor Authentication (MFA) pada SRIKANDI" yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Bertempat di ruang Kesekretariatan Pengadilan Agama Nganjuk, acara dimulai pada pukul 09.30 WIB dan diikuti melalui platform pertemuan daring. Partisipasi ini menjadi langkah nyata instansi dalam mendukung transformasi digital yang aman di lingkungan birokrasi pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan arsip dinamis.

Dalam sesi pembukaan, Pranata Komputer Arsip Nasional Republik Indonesia, Rian Fadri, memberikan sambutan yang menekankan urgensi pelindungan data di era siber yang semakin rentan. Beliau menyampaikan bahwa penerapan MFA merupakan lapisan keamanan tambahan yang wajib diimplementasikan untuk mencegah akses ilegal terhadap akun pengguna di aplikasi SRIKANDI. Rian Fadri menjelaskan bahwa sistem ini akan memberikan proteksi ganda, sehingga kebocoran kata sandi tidak akan langsung membahayakan dokumen negara yang tersimpan. Beliau juga mengajak seluruh admin dan pengguna di instansi daerah untuk segera melakukan sinkronisasi perangkat agar sistem keamanan terbaru ini dapat berjalan optimal di seluruh Indonesia.

Materi teknis dalam diskusi ini dipelajari secara mendalam oleh pegawai Kesekretariatan Pengadilan Agama Nganjuk, Ngakifun Nuha, S.Kom., yang hadir sebagai perwakilan institusi. Sebagai tenaga ahli di bidang teknologi informasi, beliau menyimak setiap tahapan konfigurasi keamanan mulai dari verifikasi melalui aplikasi autentikator hingga kode unik yang dikirim secara real-time. Penerapan teknologi ini sangat relevan bagi PA Nganjuk mengingat volume dokumen kedinasan yang masuk ke aplikasi SRIKANDI terus meningkat setiap harinya. Pemahaman yang komprehensif mengenai protokol MFA diharapkan dapat meminimalisir risiko manipulasi data dan menjamin autentisitas setiap surat keluar maupun surat masuk di lingkungan pengadilan.
Diskusi online yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi simulasi pengaturan akun yang diikuti oleh seluruh peserta dari berbagai penjuru tanah air. Pengadilan Agama Nganjuk berkomitmen untuk segera menindaklanjuti arahan dari ANRI dengan memperbarui standar operasional prosedur keamanan digital di internal kantor. Dengan sistem MFA yang terpasang, diharapkan kepercayaan masyarakat dan stakeholder terhadap pengelolaan administrasi di PA Nganjuk akan semakin kuat dan terjaga. Kegiatan ini pun ditutup dengan harapan bahwa penguatan keamanan digital akan berjalan selaras dengan kemudahan akses layanan informasi publik yang selama ini terus dikembangkan.
Follow juga akun Media Sosial PA. Nganjuk :
Website : https://www.pa-nganjuk.go.id/
Instagram : https://www.instagram.com/panganjuk/
Facebook : https://www.facebook.com/pengadilanagama.nganjuk/
Youtube : https://www.youtube.com/@panganjuktv9264/videos
Tiktok : https://www.tiktok.com/@panganjuk
Twitter : https://x.com/pa_nganjuk/