PA Ponorogo Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-101

www.pa-ponorogo.go.id || Senin, 01 Juni 2026. Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-101 berlangsung khidmat di lingkungan Pengadilan Agama Ponorogo pada Senin pagi. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui upacara bendera yang diikuti oleh seluruh pegawai Pengadilan Agama Ponorogo. Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Tema ini ditetapkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk menegaskan peran Pancasila sebagai perekat persatuan di tengah keberagaman Indonesia sekaligus sebagai pedoman dalam menciptakan perdamaian global.

Upacara peringatan dihadiri oleh seluruh aparatur Pengadilan Agama Ponorogo dan hakim tinggi, hakim, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdomisili di Kabupaten Ponorogo. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh disiplin dan rasa tanggung jawab. Kehadiran seluruh unsur peradilan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk meneguhkan semangat pengabdian kepada masyarakat dan negara.

Dalam amanat yang disampaikan Ketua PA Ponorogo (Muhammad Jati Muharramsyah), peserta upacara diajak untuk terus menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing. Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial dinilai tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Pancasila juga menjadi fondasi utama dalam menjaga integritas dan profesionalisme aparatur peradilan. Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai tersebut, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-101 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga momentum refleksi bagi seluruh peserta. Melalui peringatan ini, seluruh pegawai Pengadilan Agama Ponorogo diharapkan semakin memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan menjadi modal penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berkeadilan. Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai wujud rasa syukur serta harapan bagi kemajuan bangsa Indonesia.