img-logo img-logo
Pegawai PA Situbondo Ikuti Webinar Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Manajemen Risiko
Pegawai PA Situbondo Ikuti Webinar Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Manajemen Risiko
Tanggal Rilis Berita : 23 September 2026, Pukul 09:53 WIB, Telah dilihat 1 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Situbondo

Pegawai Pengadilan Agama Situbondo, Yoyok Hadi Purwanto, S.H., mengikuti Webinar “Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Manajemen Risiko” yang diselenggarakan oleh BKPSDM Kabupaten Malang pada Selasa, 22 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti secara daring dari ruang Kepaniteraan Pengadilan Agama Situbondo. Webinar menghadirkan Evi sebagai narasumber. Kegiatan ini membahas penerapan manajemen risiko dalam tata kelola pemerintahan dengan menggunakan contoh kehidupan sehari-hari. Materi memberikan gambaran mengenai hubungan antara tujuan, program kerja, risiko, serta indikator kinerja utama dalam pengelolaan risiko. Keikutsertaan Yoyok Hadi Purwanto menjadi bagian dari upaya Pengadilan Agama Situbondo dalam meningkatkan wawasan pegawai mengenai penerapan manajemen risiko dalam pelaksanaan tugas.

Whats-App-Image-2026-09-23-at-09-44-16-2

Dalam materi webinar ditampilkan contoh penerapan manajemen risiko melalui upaya menjaga kesehatan untuk mencapai kondisi sehat, bugar, dan panjang umur. Tujuan tersebut kemudian dikaitkan dengan risiko penyakit kritis berupa stroke. Program kerja yang ditampilkan meliputi mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, melakukan olahraga secara teratur, serta menjaga pola tidur atau istirahat. Sementara itu, indikator kinerja utama yang ditampilkan adalah kondisi sehat berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan atau MCU. Pendekatan tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana tujuan dapat diterjemahkan ke dalam program kerja dan indikator yang dapat dipantau. “Manajemen risiko perlu dimulai dengan memahami tujuan, mengenali risiko, kemudian menentukan program kerja dan indikator untuk memantaunya,” ujar narasumber.

Whats-App-Image-2026-09-23-at-09-44-16-1

Materi selanjutnya menggambarkan hubungan antara penyebab risiko, peristiwa risiko, dan dampak risiko. Dalam contoh yang ditampilkan, pola hidup tidak sehat menjadi bagian dari penyebab risiko yang dapat berkaitan dengan terjadinya stroke. Peristiwa risiko yang dicontohkan adalah gejala lumpuh sesaat selama 15 menit yang kemudian dikaitkan dengan risiko stroke. Dampak risiko yang ditampilkan mencakup kondisi disabilitas hingga meninggal dunia. Materi juga membedakan indikator leading dan lagging sebagai bagian dari pemantauan risiko. “Pengenalan terhadap penyebab dan peristiwa risiko membantu organisasi menentukan langkah pengendalian sebelum risiko menimbulkan dampak yang lebih besar,” papar narasumber.

Pembahasan juga menampilkan contoh indikator yang dapat digunakan untuk melakukan monitoring terhadap risiko. Pada bagian leading indicator, materi mencantumkan jumlah konsumsi junk food per bulan dan jumlah lembur per bulan sebagai indikator yang dapat dipantau. Sementara itu, lagging indicator yang ditampilkan antara lain hasil tes tekanan darah MCU dan hasil tes kolesterol MCU. Contoh tersebut menunjukkan bahwa pemantauan risiko dapat dilakukan dengan melihat indikator sebelum maupun setelah suatu risiko terjadi. Dengan adanya indikator, organisasi dapat memperoleh informasi untuk menentukan respons yang sesuai terhadap kondisi yang ditemukan.