Pegawai Pengadilan Agama Situbondo, Ivana Rantansari, S.A.P., mengikuti webinar bertajuk Leadership Style with the Art of Tonality pada Kamis, 5 November 2026. Kegiatan tersebut disaksikan secara daring dari Ruang Kesekretariatan Pengadilan Agama Situbondo. Webinar menghadirkan Meity Wardoyo sebagai narasumber dengan pembahasan mengenai pemilihan gaya komunikasi berdasarkan situasi dan kebutuhan anggota tim. Materi menekankan bahwa efektivitas kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh isi pesan, tetapi juga oleh cara dan waktu penyampaiannya.
<img src="https://i.ibb.co.com/MD9RSjqv/Whats-App-Image-2026-11-05-at-11-16-00-3.jpg" alt="Whats-App-Image-2026-11-05-at-11-16-00-3" border="0">
Salah satu materi utama membahas empat warna suara atau pendekatan komunikasi, yaitu Comfort, Command, Curious, dan Content. Pendekatan Comfort digunakan ketika pegawai merasa takut, tertekan, atau defensif, melalui pertanyaan empatik seperti, “Apa yang paling membebani Anda saat ini?”. Pendekatan Command diarahkan kepada anggota tim yang masih ragu mengambil komitmen, sedangkan Curious digunakan untuk menggali alternatif ketika pegawai mengalami kebuntuan ide. Sementara itu, Content mendorong refleksi dengan mengajak anggota tim mengidentifikasi pembelajaran penting dari pengalaman yang telah dilalui.
<img src="https://i.ibb.co.com/xqB9k1J5/Whats-App-Image-2026-11-05-at-11-16-01.jpg" alt="Whats-App-Image-2026-11-05-at-11-16-01" border="0">
Narasumber juga menjelaskan bahwa pemimpin perlu menyesuaikan pendekatan komunikasi dengan kondisi orang yang dihadapi, bukan menggunakan satu gaya untuk semua situasi. Dalam materi tersebut, Comfort berperan membangun rasa aman, Command memperkuat komitmen, Curious membuka ruang eksplorasi, dan Content mendorong refleksi. Pembahasan dilanjutkan dengan pengenalan Brain-Focused Coaching: The CARE Model, yang terdiri atas Awakening untuk membangun kesadaran, Clarity untuk memperjelas tujuan, Resolution untuk merumuskan penyelesaian, serta Empowerment untuk mendorong pemberdayaan. Keempat unsur tersebut dihubungkan dengan proses penentuan arah, pengambilan keputusan, dan penguatan tekad dalam mencapai tujuan.
“Pemimpin yang efektif bukan hanya tentang apa yang disampaikan, tetapi bagaimana dan kapan kita menyampaikannya,” ujar narasumber. Melalui pembahasan tersebut, peserta diajak memahami bahwa komunikasi kepemimpinan perlu disesuaikan dengan kebutuhan anggota tim agar arahan dapat diterima secara tepat. Penerapan pendekatan yang sesuai diharapkan mampu membangun rasa aman, memperjelas tanggung jawab, membuka ruang gagasan, serta menumbuhkan kemandirian pegawai. Keikutsertaan Ivana dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mengenai keterampilan komunikasi dan kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam lingkungan kerja Pengadilan Agama Situbondo.