img-logo img-logo
PA Situbondo Ikuti Webinar Menguasai Dasar-Dasar Penyusunan Prompt AI
PA Situbondo Ikuti Webinar Menguasai Dasar-Dasar Penyusunan Prompt AI
Tanggal Rilis Berita : 05 November 2026, Pukul 15:12 WIB, Telah dilihat 12 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Situbondo

Pegawai Pengadilan Agama Situbondo, Andini Salsabila, S.T., mengikuti webinar bertajuk Menguasai Dasar-Dasar Penyusunan Prompt AI pada Kamis, 5 November 2026. Kegiatan tersebut disaksikan secara daring dari Ruang Kesekretariatan Pengadilan Agama Situbondo dengan menghadirkan Dhinoy Wirandhy sebagai narasumber. Materi membahas teknik menyusun instruksi atau prompt agar kecerdasan buatan menghasilkan jawaban yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Dalam pemaparannya, narasumber mengibaratkan AI sebagai mobil Ferrari yang memiliki kemampuan tinggi, tetapi tetap membutuhkan arahan yang tepat agar dapat digunakan secara optimal.

<img src="https://i.ibb.co.com/yFwLmQNd/Whats-App-Image-2026-11-05-at-11-16-02.jpg" alt="Whats-App-Image-2026-11-05-at-11-16-02" border="0">

Salah satu pembahasan utama memperkenalkan formula A-K-S-I sebagai kerangka penyusunan prompt yang terdiri atas empat unsur. Huruf A berarti Atur Peran, yaitu menentukan posisi atau keahlian yang harus dijalankan AI, sedangkan K berarti Kasih Konteks untuk memberikan informasi mengenai latar belakang dan sasaran pengguna. Unsur S adalah Spesifikasikan Tugas, yakni menjelaskan pekerjaan secara terukur, sementara I berarti Instruksikan Format agar hasil disajikan sesuai bentuk yang dibutuhkan, seperti tabel, laporan, atau daftar. Narasumber menekankan, “Semakin jelas naskah A-K-S-I Anda, semakin memukau hasilnya,” sebagai prinsip dalam mengarahkan kemampuan AI.

<img src="https://i.ibb.co.com/DDhxRm8m/Whats-App-Image-2026-11-05-at-11-16-01-2.jpg" alt="Whats-App-Image-2026-11-05-at-11-16-01-2" border="0">

Materi juga mengidentifikasi tiga kesalahan yang kerap membuat jawaban AI terasa kaku, yaitu memberikan perintah terlalu singkat tanpa detail, tidak menetapkan batasan gaya bahasa, serta berhenti pada jawaban pertama tanpa melakukan penyempurnaan. Untuk menghindari hal tersebut, pengguna perlu menyampaikan tujuan, konteks, karakter pembaca, rincian tugas, dan format keluaran sejak awal. Penerapannya diperlihatkan melalui contoh pekerjaan ASN dan staf kantor, seperti menyusun draf laporan secara lebih cepat, mengolah catatan rapat yang belum terstruktur, serta menghasilkan dokumen sesuai kebutuhan. Selain lingkungan perkantoran, teknik serupa juga dapat digunakan untuk menyusun materi pembelajaran, merancang kuis berbasis studi kasus, hingga membuat kalender promosi bagi pelaku UMKM.

Pada bagian praktik, peserta diperkenalkan dengan cara menggabungkan peran, konteks, tugas, dan format dalam satu instruksi yang utuh. Contoh yang diberikan mencakup penyusunan skenario pembelajaran IPA tentang sistem pencernaan manusia untuk siswa kelas VIII SMP, lengkap dengan alur kegiatan, durasi, aktivitas siswa, dan rubrik penilaian. Materi tersebut memperlihatkan bahwa hasil AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan pengguna merancang arahan dan mengevaluasi hasilnya. Keikutsertaan Andini Salsabila dalam webinar ini diharapkan menambah keterampilan pemanfaatan AI untuk mendukung penyelesaian pekerjaan administrasi dan pengelolaan informasi di Pengadilan Agama Situbondo.