PTA Surabaya Ikuti Upacara Wisuda Purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Barat
Surabaya, 27 Juli 2026 – Pengadilan Tinggi Agama Surabaya mengikuti Upacara Wisuda Purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Barat, Dr. Hasnawaty Abdullah, S.H., M.H., yang diselenggarakan secara daring pada Senin (27/7/2026). Bertempat di Ruang Meeting Aula KH. Abdullah Shiddiq Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, kegiatan tersebut diikuti oleh pimpinan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian seorang insan peradilan yang telah mendedikasikan lebih dari 37 tahun perjalanan kariernya bagi kemajuan Peradilan Agama Indonesia.

Upacara wisuda purnabakti berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti oleh jajaran pimpinan Mahkamah Agung Republik Indonesia, para Ketua Pengadilan Tinggi Agama, Ketua Pengadilan Agama, serta aparatur peradilan agama dari seluruh Indonesia. Rangkaian acara diawali dengan kirab wisudawati yang diiringi Tari Litak Mandar, dilanjutkan pembacaan Keputusan Presiden Republik Indonesia tentang pemberhentian dengan hormat, pemutaran video perjalanan pengabdian, sambutan wisudawati, prosesi penanggalan tanda jabatan, hingga pemberian penghormatan sebagai penutup masa pengabdian beliau sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Barat.
Momen tersebut menjadi penghormatan yang sarat makna atas perjalanan panjang Dr. Hasnawaty Abdullah, S.H., M.H., yang mengabdikan diri di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia sejak tahun 1989. Selama lebih dari tiga dekade, beliau menapaki berbagai jenjang karier, mulai sebagai staf, hakim tingkat pertama, Wakil Ketua dan Ketua Pengadilan Agama, Hakim Tinggi, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama di berbagai wilayah, hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Barat sejak Mei 2025.
Bagi keluarga besar Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, sosok Dr. Hasnawaty Abdullah bukanlah nama yang asing. Beliau pernah mengabdikan diri sebagai Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, sehingga meninggalkan jejak pengabdian dan keteladanan yang masih dikenang oleh rekan-rekan sejawat di lingkungan PTA Surabaya.

Dalam sambutannya, Yang Mulia Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Bidang Yudisial, Suharto, S.H., M.Hum., menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, integritas, dan pengabdian Dr. Hasnawaty Abdullah selama menjalankan amanah sebagai hakim maupun pimpinan peradilan agama. Beliau menegaskan bahwa perjalanan karier wisudawati mencerminkan ketekunan, kesabaran, dan komitmen yang luar biasa dalam menegakkan hukum dan keadilan.
Menurut beliau, tugas seorang hakim di lingkungan Peradilan Agama memiliki karakteristik yang sangat khas karena tidak hanya menyelesaikan persoalan hukum, tetapi juga menyentuh dimensi kehidupan keluarga, nilai-nilai syariat Islam, serta aspek kemanusiaan yang membutuhkan kebijaksanaan dalam setiap putusan.
"Menjalankan tugas di lembaga peradilan, khususnya Peradilan Agama, adalah amanah yang tidak mudah. Perkara rumah tangga, perceraian, kewarisan, hibah, wasiat hingga ekonomi syariah membutuhkan kecermatan dan ketelitian agar setiap putusan mampu menghadirkan keadilan dan kemanfaatan bagi masyarakat," ungkap Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Yudisial.

Beliau juga memberikan apresiasi atas kepemimpinan Dr. Hasnawaty Abdullah yang selama ini dikenal menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, nilai-nilai keadilan, serta kehormatan profesi hakim. Keteladanan tersebut diharapkan terus menjadi inspirasi bagi seluruh aparatur Peradilan Agama dalam menjaga marwah lembaga peradilan yang independen, berintegritas, dan terpercaya.
Sementara itu, dalam sambutan perpisahannya, Dr. Hasnawaty Abdullah, S.H., M.H., mengungkapkan rasa syukur atas segala nikmat dan kesempatan yang Allah SWT berikan sepanjang perjalanan pengabdiannya. Dengan penuh haru beliau menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Mahkamah Agung Republik Indonesia, para kolega, keluarga besar Peradilan Agama, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama mengemban amanah di berbagai satuan kerja.

Beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas masih terdapat kekhilafan maupun kekurangan. Menurutnya, purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari babak kehidupan yang baru untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak amal kebajikan, serta menikmati kebersamaan bersama keluarga yang selama ini setia mendampingi perjalanan tugasnya.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada sang suami, Amri Haruna, beserta seluruh keluarga yang selama puluhan tahun menjadi sumber kekuatan dan dukungan dalam setiap penugasan di berbagai daerah di Indonesia. Baginya, keberhasilan menjalankan amanah sebagai aparatur peradilan tidak dapat dipisahkan dari doa, pengorbanan, serta dukungan keluarga.

Suasana haru semakin terasa ketika prosesi penanggalan kalung jabatan dan tanda jabatan hakim dilaksanakan sebagai simbol berakhirnya masa pengabdian beliau di lingkungan Peradilan Agama. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan kirab wisudawati meninggalkan ruang upacara yang diiringi doa dan penghormatan dari seluruh peserta sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi seorang insan peradilan yang telah mengabdikan hidupnya bagi penegakan hukum dan keadilan.
Keikutsertaan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya dalam upacara wisuda purnabakti ini merupakan wujud penghormatan kepada para senior yang telah mewariskan keteladanan, integritas, dan semangat pengabdian kepada generasi penerus. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus menjadi inspirasi bagi seluruh aparatur Pengadilan Tinggi Agama Surabaya untuk senantiasa menjalankan amanah dengan profesionalisme, kejujuran, dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan.
Keluarga Besar Pengadilan Tinggi Agama Surabaya turut mendoakan semoga Dr. Hasnawaty Abdullah, S.H., M.H., senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan usia, dan kebahagiaan bersama keluarga. Semoga seluruh dedikasi dan pengabdian beliau selama lebih dari tiga puluh tujuh tahun menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya bagi bangsa, negara, dan kemajuan Peradilan Agama Indonesia.
Belum ada komentar, jadilah yang pertama Komentar !