img-logo img-logo
PTA Surabaya Adakan Senin Pagi Penuh Amanah (SAPA) dan Pembinaan Oleh Ketua Baru Yang Membahas Mengenai Pentingnya Silaturahim.
PTA Surabaya Adakan Senin Pagi Penuh Amanah (SAPA) dan Pembinaan Oleh Ketua Baru Yang Membahas Mengenai Pentingnya Silaturahim.
Tanggal Rilis Berita : 16 Juni 2025, Pukul 15:09 WIB, Telah dilihat 254 Kali

PTA Surabaya Adakan Senin Pagi Penuh Amanah (SAPA) dan Pembinaan Oleh Ketua Baru Yang Membahas Mengenai Pentingnya Silaturahim.

Surabaya, 16 Juni 2025 — Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya menggelar Senin Pagi Penuh Amanah (SAPA) yang dilanjutkan rapat qudum sebagai sarana pembinaan bersama Ketua baru PTA Surabaya DR. H. Zulkarnain, S.H., M.H pada Senin, 16 Juni 2025. Kegiatan ini diadakan pada ruang aula PTA surabaya dan diikuti oleh seluruh aparatur PTA Surabaya sebagai bentuk penguatan komitmen, kedisiplinan, dan budaya kerja yang dilandasi nilai-nilai silaturahim dan profesionalisme.

image host
Moderator Nurman Saputra, SH, MM, MH

Kegiatan dimulai dengan penyampaian kultum oleh Drs. H. Suroso, S.H., M.Hum., yang didampingi oleh Nurman Saputra, S.H., M.M., M.H. Beliau menyampaikan bahwa selama satu bulan penuh umat Islam telah dilatih untuk menahan berbagai bentuk hawa nafsu, salah satunya adalah keinginan berbelanja secara berlebihan. “Belanja itu boleh, selama sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Jika tidak mampu menahan keinginan tersebut, bisa memicu ketegangan dalam rumah tangga,” ungkapnya. Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan, khususnya menghindari pembicaraan yang tidak perlu, seperti berbicara saat ceramah berlangsung. Beliau menutup kultumnya dengan imbauan agar seluruh peserta kegiatan dapat menjaga ketertiban, termasuk menahan diri untuk tidak berbicara selama kegiatan apel pagi yang sedang berlangsung.

Dalam sambutannya, Ketua PTA Surabaya Bapak DR. H. Zulkarnain, S.H., M.H menyampaikan bahwa silaturahim merupakan darah dari sebuah organisasi. Oleh karena itu, langkah awal yang beliau tekankan adalah ta’aruf atau saling mengenal antarpegawai, baik dari sisi nama, kinerja, maupun kedisiplinan. Selanjutnya, beliau mendorong terciptanya budaya tafahum (saling memahami) dalam menyikapi kesalahan secara bijak, serta semangat takaful (saling membela) selama tidak bertentangan dengan nilai integritas institusi. Semangat ini disebut sebagai semangat korsa yang perlu dijaga bersama.

image host
.

Ketua PTA Surabaya juga memperkenalkan konsep enam "S" yang merupakan modifikasi dari konsep lima ”S” dalam membangun budaya kerja, yaitu: senyum, salam, sapa, sopan, santun, serta yang keenam sedekah. Enam hal ini dinilai penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan PTA Surabaya maupun Mahkamah Agung sebagai representasi peradilan yang agung dan humanis.

Di tengah rapat, beliau menginformasikan bahwa pada hari rabu tanggal 18 Juni 2025 akan dilaksanakan survei oleh Tim Strategi dan Kebijakan Mahkamah Agung kepada para hakim terkait rencana revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94. Kemudian, beliau juga membahas rencana kenaikan gaji hakim dan menekankan pentingnya budaya berbagi melalui sedekah, sebagaimana dicontohkan kaum Muhajirin dan Anshar pada masa Rasulullah SAW. 

image host
Kultum dari Hakim Tinggi, Drs. H. Suroso, SH, M.Hum.

Menutup pembinaan, Ketua PTA Surabaya menekankan pentingnya hospitality sebagai cerminan peradilan yang anggun. Peradilan anggun adalah peradilan yang mampu menciptakan suasana kerja yang bahagia, harmonis, dan saling mendukung. Beliau menyampaikan bahwa suasana bahagia akan melahirkan kinerja yang optimal dan lahir dari motivasi internal setiap individu.

Ketua PTA Surabaya juga mengajak seluruh aparatur untuk terus menjaga prestasi dan menjadikan PTA Surabaya sebagai yang terdepan. “Mempertahankan prestasi lebih sulit daripada meraihnya,” tegasnya. Beliau mengajak para pimpinan dan hakim untuk meninggalkan legacy yang baik selama pengabdian di PTA Surabaya, dengan semangat: meraih prestasi, mempertahankan reputasi, meninggalkan legacy, mewariskan prasasti.

Belum ada komentar, jadilah yang pertama Komentar !