Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., menghadiri acara wisuda purnabhakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten, Dr. H. Yusuf Buchori, S.H., M.S.I. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 25 Februari 2026 di Aula PTA Banten dan berlangsung dengan penuh khidmat serta suasana haru dan penghormatan.

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Bidang Yudisial, Suharto, S.H., M.Hum., Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung, Drs. Muchlis, S.H., M.H., para Ketua PTA, Kapolda, seluruh Ketua Pengadilan Agama se-Provinsi Banten, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, sambutan disampaikan oleh Suharto, S.H., M.Hum. Beliau menegaskan bahwa acara wisuda purnabhakti ini bukan sekadar pelepasan yang menandai berakhirnya masa tugas kedinasan secara administratif, melainkan momen pengakuan dan penghormatan atas dedikasi, integritas, dan keteladanan yang telah ditorehkan selama bertugas.

“Saya melihat pada diri Bapak Dr. H. Yusuf Buchori, S.H., M.S.I., nilai-nilai Islam yang penuh kemuliaan hingga purna tugas. Marilah kita lepas beliau dengan senyum yang indah dan ceria sebagai bentuk terima kasih kita atas dedikasi yang telah diberikan,” ujar Suharto dalam sambutannya.
Dr. H. Yusuf Buchori, S.H., M.S.I. telah berkarier di dunia peradilan selama kurang lebih 40 tahun dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, mengabdikan diri semata-mata untuk bangsa dan negara. Perjalanan panjang tersebut dilalui dengan integritas dan komitmen tinggi, serta rekam jejak yang bersih tanpa noda.

Dalam sambutannya, Suharto juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian yang telah diberikan. Ia berharap seluruh tenaga, waktu, dan pikiran yang telah didedikasikan selama berpuluh tahun menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada istri beliau, selaku Ketua Dharmayukti Karini Daerah, atas dukungan dan pengabdian selama mendampingi dalam tugas kedinasan.
Acara wisuda purnabhakti kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan pemberian ucapan selamat dari seluruh tamu undangan. Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian yang panjang sekaligus meninggalkan teladan dan inspirasi bagi seluruh insan peradilan agama.
Belum ada komentar, jadilah yang pertama Komentar !