Batu, 23 September 2025 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Pengadilan Agama (PA) Tulungagung. Renza Firsty Wijaya, A.Md., yang bertugas sebagai Kasir PA Tulungagung, berhasil meraih peringkat 1 peserta terbaik dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) se-Jawa Timur. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya selama 3 (tiga) hari yang dimulai pada Senin, 22 September 2025 hingga Rabu, 24 September 2025 bertempat di Hotel Agrowisata Kusuma, Kota Batu.

Bimtek yang diikuti seluruh perwakilan pengadilan agama se-Jawa Timur tersebut berlangsung selama tiga hari tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan aparatur dalam pengelolaan PNBP. PA Tulungagung sendiri diwakili oleh Megatru Raka Pamungkas, S.E., selaku Bendahara Penerimaan, dan Renza Firsty Wijaya, A.Md., selaku Kasir. Kehadiran keduanya menjadi wujud nyata komitmen PA Tulungagung dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
Kegiatan Bimtek menghadirkan narasumber dari berbagai instansi strategis, di antaranya Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI, PT Pos Indonesia, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), serta Biro Keuangan Mahkamah Agung. Para narasumber memberikan pemaparan komprehensif terkait tata kelola PNBP, baik dari sisi regulasi maupun teknis pelaksanaan. Peserta mendapatkan tidak hanya landasan teoritis, tetapi juga pembekalan teknis yang dapat langsung diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Kolaborasi lintas lembaga ini semakin memperkokoh upaya mewujudkan pengelolaan PNBP yang tertib, transparan, dan akuntabel.

Suasana antusiasme tampak selama berjalannya Bimtek, para peserta, termasuk perwakilan PA Tulungagung sangat bersemangat mengikuti rangkaian acara. Capaian peringkat pertama yang diraih Renza Firsty Wijaya menjadi bukti bahwa keseriusan dalam belajar dan bekerja dapat membuahkan prestasi. Melalui kegiatan ini, PA Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme dan integritas, sekaligus berharap agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan demi memperkuat mutu pelayanan peradilan agama di Indonesia.