img-logo img-logo
Tingkatkan Kompetensi Eksekusi Perdata: Pengadilan Agama Tulungagung Ikuti Sarasehan Interaktif (Perisai) Mahkamah Agung
Tingkatkan Kompetensi Eksekusi Perdata: Pengadilan Agama Tulungagung Ikuti Sarasehan Interaktif (Perisai) Mahkamah Agung
Tanggal Rilis Berita : 07 Oktober 2025, Pukul 22:03 WIB, Telah dilihat 36 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Tulungagung

Pengadilan Agama (PA) Tulungagung mengikuti kegiatan Sarasehan Interaktif (Perisai) yang diselenggarakan secara daring oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia pada Selasa, 7 Oktober 2025. Kegiatan bertema “Mengurai Kompleksitas Eksekusi Perdata” ini menghadirkan narasumber utama Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Yudisial, Yang Mulia Suharto, S.H., M.Hum. Acara dimulai pukul 08.30 WIB dan diikuti oleh Ketua PA Tulungagung Hj. Musri, S.H., M.H., para Hakim, Panitera, serta tenaga teknis.

WhatsApp Image 2025-10-07 at 8.47.18 PM.jpeg


Dalam paparannya, YM Suharto menegaskan bahwa eksekusi merupakan tahapan akhir proses peradilan perdata yang berfungsi menegakkan putusan berkekuatan hukum tetap. Namun, dalam praktiknya masih terdapat berbagai hambatan, seperti objek eksekusi yang tidak jelas, prosedur hukum acara yang panjang, hingga resistensi dari pihak termohon atau pihak ketiga. Kondisi tersebut sering menghambat kepastian hukum bagi para pencari keadilan.

WhatsApp Image 2025-10-07 at 8.47.19 PM (1).jpeg


Selain faktor prosedural, YM Suharto juga menyoroti keterbatasan sumber daya manusia di tingkat kepaniteraan dan jurusita yang berdampak pada lambatnya pelaksanaan putusan. Oleh karena itu, Mahkamah Agung menekankan pentingnya reformasi struktural dan prosedural yang bersifat sistemik dalam bidang eksekusi perdata. Beberapa langkah strategis yang tengah dikembangkan antara lain pengawasan berbasis elektronik, penguatan regulasi melalui SEMA dan Rancangan PERMA, serta optimalisasi aplikasi Perkusi dan Satu Jari sebagai sarana monitoring dan transparansi pelaksanaan eksekusi. Melalui inovasi digital tersebut, diharapkan proses eksekusi dapat lebih efisien, terukur, dan akuntabel.

temporary.PNG


YM Suharto juga menekankan pentingnya pembaharuan hukum melalui penyusunan pedoman pelaksanaan putusan yang lebih operasional, penyederhanaan prosedur hukum acara, dan penegasan kewenangan dalam pelaksanaan putusan provisi, hak tanggungan, fidusia, serta arbitrase. Upaya tersebut sejalan dengan asas “sederhana, cepat, dan biaya ringan” yang menjadi pedoman dalam pelayanan peradilan modern dan berkeadilan.

WhatsApp Image 2025-10-07 at 8.47.19 PM.jpeg


Dengan mengikuti kegiatan ini, PA Tulungagung berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan peradilan dan memperkuat profesionalisme aparatur. Kegiatan Perisai menjadi wadah penting untuk memperluas wawasan teknis dan menyelaraskan pelaksanaan kebijakan pusat di tingkat daerah. Dengan demikian, diharapkan pelaksanaan eksekusi perdata di lingkungan peradilan agama dapat berlangsung lebih transparan, efisien, dan berpihak pada keadilan substantif.