img-logo img-logo
PA SITUBONDO IKUTI WEBINAR STAIN SULTAN ABDURRAHMAN TENTANG PEMANFAATAN AI UNTUK RISET DAN PUBLIKASI
PA SITUBONDO IKUTI WEBINAR STAIN SULTAN ABDURRAHMAN TENTANG PEMANFAATAN AI UNTUK RISET DAN PUBLIKASI
Tanggal Rilis Berita : 20 Oktober 2025, Pukul 16:43 WIB, Telah dilihat 51 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Situbondo

Pengadilan Agama Situbondo mengikuti kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau pada hari Senin, 20 Oktober 2025. Webinar ini mengangkat tema “Pemanfaatan AI untuk Riset dan Publikasi” dan dilaksanakan secara daring mulai pukul 10.00 WIB. Kegiatan tersebut diikuti oleh pegawai kesekretariatan Pengadilan Agama Situbondo, Manja Yunita, yang bergabung dari Ruang Kesekretariatan. Acara ini diikuti oleh peserta dari berbagai instansi dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini adalah memperluas wawasan peserta mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam bidang akademik dan profesional.

WhatsApp Image 2025 10 20 at 16.41.31

Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Dr. Andi Asrifan, S.Pd., M.Pd., dosen Universitas Negeri Makassar yang dikenal sebagai praktisi dan peneliti di bidang teknologi pendidikan. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) kini telah menjadi bagian integral dari dunia riset dan publikasi ilmiah. “AI bukan pengganti peneliti, melainkan mitra kerja yang mempercepat proses dan meningkatkan akurasi,” ujar Dr. Andi. Beliau memaparkan berbagai contoh aplikasi AI yang dapat membantu peneliti, mulai dari penyusunan literatur, analisis data, hingga penyuntingan naskah secara otomatis. Menurutnya, kemampuan AI dalam memproses informasi besar dapat membantu akademisi lebih fokus pada analisis dan inovasi. Peserta tampak antusias mencatat berbagai poin penting dari penjelasan tersebut.

WhatsApp Image 2025 10 20 at 16.39.06

Lebih lanjut, Dr. Andi menjelaskan bahwa penggunaan AI tidak hanya mempercepat proses penelitian, tetapi juga meningkatkan kualitas hasil riset. Ia mencontohkan bagaimana aplikasi berbasis AI mampu mendeteksi plagiarisme, mengoreksi tata bahasa, serta memberikan saran gaya penulisan ilmiah yang sesuai standar jurnal internasional. “Dengan bantuan AI, peneliti dapat bekerja lebih efisien dan fokus pada substansi penelitian,” tuturnya. Namun, beliau juga mengingatkan bahwa teknologi ini perlu digunakan secara bijak agar tidak menyalahi prinsip akademik. Penggunaan AI harus tetap diimbangi dengan pemikiran kritis dan integritas ilmiah. Pesan ini menjadi refleksi penting bagi peserta yang aktif di bidang penelitian maupun publikasi.

Dalam sesi selanjutnya, narasumber menyoroti pentingnya pemahaman etika dalam penggunaan kecerdasan buatan. Dr. Andi menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus disertai dengan tanggung jawab moral pengguna. “AI hanya alat bantu, keputusan tetap berada di tangan manusia,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa ketergantungan berlebihan terhadap AI tanpa memahami dasar-dasar metodologi riset dapat menurunkan kualitas karya ilmiah. Oleh karena itu, pemanfaatan AI harus dilakukan secara proporsional dengan tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran akademik. Pandangan ini disambut baik oleh peserta yang mengakui bahwa tantangan etika menjadi isu penting dalam era digital.