img-logo img-logo
PA SITUBONDO IKUTI WEBINAR ASN ADAPTIF BAHAS PENGUATAN SDM UNTUK PENGENTASAN KEMISKINAN
PA SITUBONDO IKUTI WEBINAR ASN ADAPTIF BAHAS PENGUATAN SDM UNTUK PENGENTASAN KEMISKINAN
Tanggal Rilis Berita : 23 Oktober 2025, Pukul 11:40 WIB, Telah dilihat 41 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Situbondo

Pegawai Pengadilan Agama Situbondo, Muh. Rofiqi Munsyi, S.H., mengikuti Webinar ASN Adaptif Seri 47 dengan tema “Penguatan Kompetensi SDM untuk Program Pengentasan Kemiskinan” pada Kamis, 23 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti secara daring dan diikuti di Ruang Kesekretariatan Pengadilan Agama Situbondo. Webinar ini merupakan bagian dari program pengembangan kompetensi aparatur sipil negara agar lebih responsif terhadap isu sosial. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat peran ASN dalam mendukung upaya pemerintah mengentaskan kemiskinan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Narasumber dalam kegiatan ini yaitu Dr. Abdul Malik Faisal yang menyampaikan materi secara komprehensif.

WhatsApp Image 2025 10 23 at 11.36.36 1

Dalam paparannya, Dr. Abdul Malik Faisal menegaskan pentingnya strategi pengembangan SDM melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan. Menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur harus diarahkan pada upaya mengurangi beban pengeluaran masyarakat dan meningkatkan pendapatan warga miskin. Ia menambahkan bahwa pembangunan SDM menjadi kunci utama dalam mendukung program pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan. “Kita tidak bisa mengentaskan kemiskinan hanya dengan bantuan sosial, tetapi harus melalui pemberdayaan,” tegasnya. Webinar ini memberikan pemahaman bahwa ASN harus berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat.

WhatsApp Image 2025 10 23 at 11.36.37 2

Materi yang dipaparkan juga menyoroti tiga strategi utama dalam penanganan fakir miskin, yaitu pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan, dan penguatan infrastruktur dasar afirmatif. Strategi ini dianggap sebagai langkah konkret pemerintah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan. Selain itu, pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi aparatur juga menjadi prioritas penting agar implementasi kebijakan lebih efektif. “Keterampilan ASN menentukan kualitas layanan publik yang diberikan kepada masyarakat,” ujar Dr. Abdul Malik. Ia mencontohkan pelatihan peningkatan kapasitas pekerja sosial dan penyuluh sosial sebagai wujud nyata implementasi strategi SDM. Hal ini menjadi inspirasi bagi peserta webinar dalam memperkuat kompetensinya.

Dr. Abdul Malik juga menyoroti peran pekerja sosial, penyuluh sosial, dan relawan sosial yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial. Menurutnya, peran mereka sangat vital dalam mendukung pelaksanaan kebijakan pengentasan kemiskinan di lapangan. Beliau menjelaskan bahwa setiap ASN, apapun instansinya, memiliki tanggung jawab sosial untuk turut serta mengurangi angka kemiskinan. Melalui kegiatan ini, diharapkan ASN semakin adaptif dan inovatif dalam menjalankan perannya sebagai pelaksana kebijakan publik. Webinar ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat kompetensi SDM untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.