img-logo img-logo
PA SITUBONDO IKUTI WEBINAR ASN MUDA: INOVASI JADI BUDAYA KERJA
PA SITUBONDO IKUTI WEBINAR ASN MUDA: INOVASI JADI BUDAYA KERJA
Tanggal Rilis Berita : 29 Oktober 2025, Pukul 15:18 WIB, Telah dilihat 41 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Situbondo

Selasa, 28 Oktober 2025, Pegawai Pengadilan Agama Situbondo, Rifkiwatizahra, S.H., mengikuti kegiatan Webinar Wujudkan ASN Muda Berwawasan Kebangsaan. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring dan diikuti oleh ASN muda dari berbagai instansi pemerintah di seluruh Indonesia. Rifkiwatizahra mengikuti kegiatan tersebut dari ruang kesekretariatan dengan semangat dan antusias tinggi. Acara ini menghadirkan narasumber Zudan, dari Pengurus KOPRI, yang memaparkan materi bertajuk Inovasi sebagai Budaya Kerja. Webinar ini bertujuan menumbuhkan semangat inovasi dan nasionalisme di kalangan ASN muda. “ASN muda adalah motor perubahan birokrasi Indonesia,” ujar Zudan membuka sesi presentasi.

WhatsApp Image 2025 10 28 at 12.59.56

Dalam paparannya, Zudan menjelaskan bahwa inovasi bukan sekadar kreativitas, tetapi hasil nyata dari ide yang diimplementasikan dan memberikan nilai tambah. Ia menegaskan bahwa ASN tidak cukup hanya memiliki ide brilian, namun juga harus berani menerapkannya dalam pekerjaan. Inovasi dalam pelayanan publik diartikan sebagai upaya menciptakan layanan yang lebih cepat, murah, mudah, dan efisien. “Kreativitas adalah awal, sedangkan inovasi adalah pembuktian,” tutur Zudan. Ia mencontohkan bagaimana digitalisasi proses administrasi bisa meningkatkan efisiensi kerja instansi. Menurutnya, ASN masa kini harus berani keluar dari zona nyaman agar dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan masyarakat modern.

WhatsApp Image 2025 10 28 at 12.59.12

Zudan juga menguraikan langkah-langkah menuju budaya inovasi di lingkungan kerja ASN. Langkah pertama adalah digitalisasi dan pemanfaatan teknologi, yang mengubah proses manual menjadi digital agar lebih efektif. Langkah berikutnya yaitu eksperimen cepat (quick wins), yakni mencoba inovasi kecil yang bisa segera diuji dan dievaluasi. Ia menambahkan, “Tidak perlu menunggu besar untuk berinovasi; yang penting mulai dari hal kecil yang berdampak nyata.” ASN juga perlu melakukan benchmarking, yakni belajar dari praktik terbaik di instansi lain. Melalui dokumentasi dan replikasi, inovasi yang berhasil dapat disebarluaskan agar menjadi budaya bersama.

Materi yang dibawakan juga menyoroti pentingnya dukungan regulasi agar inovasi ASN tidak terhambat oleh ketakutan akan kegagalan. Zudan memperkenalkan konsep “Regulatory Sandbox”, yaitu ruang aman bagi ASN muda untuk mencoba ide baru tanpa takut sanksi berlebihan. “Kalau tidak ada ruang mencoba, maka tidak akan ada kemajuan,” kata Zudan dengan tegas. Konsep ini diharapkan dapat menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri ASN untuk menciptakan solusi kreatif di tempat kerja. Rifkiwatizahra menilai bahwa pendekatan tersebut sangat relevan bagi ASN muda yang sering memiliki banyak ide, namun terkendala birokrasi. Dukungan pimpinan sangat dibutuhkan agar budaya inovasi benar-benar hidup di setiap instansi.