img-logo img-logo
PA SITUBONDO IKUTI WEBINAR PERAN ASN DALAM PENCEGAHAN RISIKO PAPARAN TIMBAL
PA SITUBONDO IKUTI WEBINAR PERAN ASN DALAM PENCEGAHAN RISIKO PAPARAN TIMBAL
Tanggal Rilis Berita : 14 November 2025, Pukul 22:40 WIB, Telah dilihat 65 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Situbondo

Kamis, 13 November 2025, Rifkiawatizahra, S.H., seorang pegawai Pengadilan Agama Situbondo, mengikuti Webinar bertajuk "Bangun Masa Depan Sehat Tanpa Paparan Timbal." Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti dari ruang kepaniteraan. Narasumber utama, Joko Irianto, menyampaikan pentingnya pengelolaan risiko yang disebabkan oleh paparan timbal. “Paparan timbal dapat menimbulkan efek berbahaya bagi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil,” ujar Joko. Webinar ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan strategi pencegahan yang dapat diterapkan oleh ASN maupun masyarakat luas. Di dalam webinar, dijelaskan dua bidang utama pengamanan risiko timbal, yaitu bidang kesehatan dan non kesehatan.

WhatsApp Image 2025 11 14 at 22.38.16

Dalam bidang kesehatan, pemantauan lingkungan menjadi langkah pertama dan sangat vital. Pemantauan rutin terhadap sumber potensi paparan timbal seperti air minum, udara, dan tanah menjadi perhatian utama. Joko Irianto menambahkan, “Pemantauan ini harus dilakukan secara berkelanjutan agar potensi risiko bisa diketahui sedini mungkin.” Selain itu, advokasi menjadi strategi lanjutan melalui komitmen mengangkat isu timbal sebagai hal penting terkait masalah kesehatan, terutama kaitannya dengan stunting dan anemia pada ibu hamil. Kebijakan dan peraturan yang mengatur penggunaan timbal di tempat kerja serta pengelolaan limbah juga menjadi pilar utama. Pemerintah didorong untuk lebih tegas dalam mengatur batas maksimal penggunaan dan pembuangan limbah berbahaya.

WhatsApp Image 2025 11 13 at 10.59.44 1

Selanjutnya, program promosi kesehatan menjadi bagian penting dalam mengedukasi masyarakat. Program ini bertujuan memberikan pemahaman tentang dampak buruk paparan timbal dan cara pencegahannya. “Edukasi yang menyeluruh akan membantu masyarakat memahami pentingnya menjaga lingkungan bebas timbal,” jelas Joko. Kolaborasi antara pemerintah, industri, LSM, dan masyarakat sangat diperlukan demi suksesnya program ini. Kerjasama ini akan memperkuat langkah pencegahan sekaligus memperluas jangkauan dampak positif. Semua pihak harus berperan aktif dalam membangun masa depan tanpa risiko kesehatan akibat timbal.

Di bidang non kesehatan, pemantauan sumber timbal juga menjadi aktivitas utama. Identifikasi berbagai sumber potensi paparan timbal dilakukan dengan cermat. Joko menerangkan, “Pengawasan ini harus menyoroti berbagai alat dan bahan yang mengandung timbal yang masih digunakan dalam masyarakat.” Penghapusan penggunaan alat dan bahan berbasis timbal, seperti cat tembok lama terutama di bangunan sekolah dan rumah tinggal, menjadi prioritas. “Kami mendorong penggunaan alternatif yang tidak mengandung timbal demi keselamatan generasi penerus,” ungkapnya. Selain itu, pengelolaan limbah dengan metode yang tidak mencemari lingkungan juga dijalankan sebagai upaya preventif.

Pengelolaan limbah yang tepat mengurangi risiko pencemaran timbal ke lingkungan yang dapat berdampak luas. Joko Irianto menyatakan bahwa pemisahan dan pengolahan limbah berbahaya harus dilakukan sesuai standar kesehatan lingkungan. Hal ini juga mencegah penularan risiko kepada masyarakat di sekitar. Para peserta webinar diberikan pemahaman bahwa keberhasilan pencegahan terletak pada sinergi langkah teknis dan kebijakan. “Tanpa integrasi berbagai elemen tersebut, risiko dampak timbal akan terus mengancam,” tegas Joko. Oleh sebab itu, tugas ASN tidak hanya dalam pelaksanaan di kantor, tetapi juga menjadi agen perubahan di masyarakat.