img-logo img-logo
PA SITUBONDO IKUTI WEBINAR SEHAT UNTUK SEMUA BERDAYA UNTUK SESAMA
PA SITUBONDO IKUTI WEBINAR SEHAT UNTUK SEMUA BERDAYA UNTUK SESAMA
Tanggal Rilis Berita : 14 November 2025, Pukul 23:34 WIB, Telah dilihat 46 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Situbondo

Kamis, 13 November 2025, Pegawai Pengadilan Agama Situbondo, Linda Olivia, A.Md., mengikuti Webinar ASN Belajar Seri 44 | 2025 – Sehat untuk Semua, Berdaya untuk Sesama. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring dan diikuti dari ruang kerjanya. Webinar tersebut menghadirkan narasumber Dr. Bambang Widianto yang menyampaikan materi mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan kesehatan masyarakat. Acara ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman ASN mengenai peran strategis sektor pemerintah dalam mendukung agenda pembangunan kesehatan nasional. Para peserta tampak aktif dalam mengikuti paparan yang disampaikan secara sistematis dan komprehensif. Dr. Bambang membuka sesi dengan menegaskan, “Kesehatan tidak bisa diwujudkan oleh satu sektor saja, tetapi membutuhkan sinergi banyak pihak.”

Screenshot 2025 11 14 233153

Dalam pemaparannya, Dr. Bambang menjelaskan bahwa determinan kesehatan bersifat multidimensi sehingga memerlukan intervensi dari berbagai bidang. Determinan tersebut mencakup aspek sosial, ekonomi, lingkungan, pendidikan, hingga kebijakan publik yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemahaman multidimensi ini penting agar setiap sektor dapat melihat kontribusi nyata pada pembangunan kesehatan. Peserta diberikan contoh kondisi dimana keputusan ekonomi dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan jangka panjang. Selain itu, ia menjelaskan bahwa sinergi antar sektor tidak hanya memperkuat program, tetapi juga meminimalkan tumpang tindih kebijakan. Narasumber menyampaikan, “Multidimensi berarti semua pihak harus bergerak bersama, bukan bekerja dalam ruangannya masing-masing.”

WhatsApp Image 2025 11 13 at 10.59.47

Webinar ini juga menekankan pentingnya efisiensi program melalui kolaborasi lintas sektor. Dr. Bambang menjelaskan bahwa banyak program kesehatan yang tidak maksimal karena kurangnya koordinasi antar lembaga. Dengan adanya sinergi lintas sektor, berbagai sumber daya dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dan terarah. Hal ini berdampak pada peningkatan efektivitas program yang dirancang untuk masyarakat luas. Para peserta diajak memahami bahwa pendekatan kolaboratif bukan hanya tren, tetapi kebutuhan strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan modern. “Efisiensi meningkat ketika kita berhenti bekerja sendiri dan mulai bergerak bersama,” ujarnya dengan tegas.

Materi pada gambar yang ditampilkan selama webinar menjelaskan tiga alasan utama mengapa kolaborasi lintas sektor diperlukan. Pertama, determinan kesehatan bersifat multidimensi sehingga mustahil ditangani oleh satu institusi. Kedua, sinergi antar sektor mampu meningkatkan efisiensi dan memperluas dampak program. Ketiga, kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh kebijakan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang saling berkaitan. Dr. Bambang menegaskan bahwa tanpa kebijakan komprehensif, hasil pembangunan kesehatan tidak akan optimal. Ia menambahkan, “Kesehatan adalah hasil dari keputusan bersama, bukan hanya keputusan sektor kesehatan.”