img-logo img-logo
PA Surabaya Hadiri AI Talent and Innovation Day 2025 Secara Daring untuk Perkuat Kompetensi Digital Aparatur
PA Surabaya Hadiri AI Talent and Innovation Day 2025 Secara Daring untuk Perkuat Kompetensi Digital Aparatur
Tanggal Rilis Berita : 09 Desember 2025, Pukul 14:48 WIB, Telah dilihat 46 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Surabaya

Surabaya, 9 Desember 2025 — Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini menjadi salah satu fokus penting dalam transformasi digital lembaga pemerintahan, termasuk peradilan. Kebutuhan akan aparatur yang adaptif dan melek teknologi semakin mendesak seiring meningkatnya tuntutan pelayanan publik yang cepat dan modern. Dalam rangka memperkuat kompetensi tersebut, Pengadilan Agama Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dengan mengikuti forum inovasi teknologi berskala nasional.

AI Talent and Innovation Day (ATID) 2025 yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) diikuti secara daring oleh PA Surabaya dari Ruang Kesekretariatan pada pukul 08.00 WIB. Acara ini menghadirkan Keynote Speech dari Menteri Komunikasi dan Digital RI, Ibu Meutia Hafid, B.Eng., M.IP., yang membahas urgensi kemandirian AI Indonesia. Sementara itu, jajaran narasumber terdiri dari Prof. Drs. Ec. Ir. Riyanarto Sarno, M.Sc., Ph.D., Dr. Rudy DikaIrono, ST., M.T., Dr. Dwi Sunaryono, S.Kom., M.Kom., serta Irena Yolanita Maureen, S.Pd., M.Sc., Ph.D.

image host

Dalam paparannya, salah satu narasumber Dr. Dwi Sunaryono, S.Kom., M.Kom., menekankan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara pengembang AI, bukan sekadar pengguna. “Kemandirian AI adalah kunci agar Indonesia tidak terus bergantung pada teknologi asing,” ungkap salah satu narasumber dalam sesi pemaparan. Pesan tersebut menjadi dorongan kuat bagi seluruh peserta, termasuk perwakilan dari instansi pemerintah seperti Pengadilan Agama Surabaya.

Aghnia Bella Dina, S.T., M.Kom., selaku Pranata Komputer Ahli Pertama PA Surabaya yang mengikuti kegiatan ini secara daring, menyampaikan bahwa materi memberikan wawasan baru untuk pengembangan pelayanan berbasis teknologi. “Kegiatan ini membuka cakrawala saya mengenai bagaimana AI dapat mendukung efisiensi layanan peradilan secara nyata,” ujarnya. Melalui partisipasi ini, PA Surabaya berharap penguatan kompetensi digital aparatur dapat terus berlanjut demi terwujudnya pelayanan yang modern, efektif, dan berintegritas.