img-logo img-logo
Demi Layanan Akurat, Pengadilan Agama Nganjuk Serius Dalami Mitigasi Risiko Halusinasi AI
Demi Layanan Akurat, Pengadilan Agama Nganjuk Serius Dalami Mitigasi Risiko Halusinasi AI
Tanggal Rilis Berita : 17 Desember 2025, Pukul 13:57 WIB, Telah dilihat 35 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Nganjuk

Pengadilan Agama (PA) Nganjuk menunjukkan komitmennya dalam mengikuti perkembangan teknologi informasi dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan diskusi online yang sangat relevan. Kegiatan ini mengangkat tema krusial, yaitu "Memahami dan Mencegah Halusinasi AI, Panduan Aman untuk Sektor Publik". Diskusi yang diselenggarakan secara daring ini merupakan kolaborasi bergengsi antara Binar Academy dan Microsoft, yang didukung penuh oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), menandakan pentingnya isu kecerdasan buatan dalam ranah pemerintahan. Acara berlangsung tepat pada hari Selasa, 17 Desember 2025, yang merupakan hari yang sama dengan liputan berita ini, menegaskan ketepatan waktu PA Nganjuk dalam mengadopsi pengetahuan terkini.

Cuplikan-layar-2025-12-17-135536

Kegiatan diskusi ini dimulai pada pukul 13.30 WIB dan diikuti langsung dari ruang Kesekretariatan Pengadilan Agama Nganjuk. Dari jajaran PA Nganjuk, diskusi ini dihadiri oleh salah satu perwakilan Pegawai Kesekretariatan, Berliana Jayanti, A.Md.M. Kehadiran perwakilan PA Nganjuk ini menunjukkan keseriusan institusi tersebut dalam memperkuat pemahaman teknis dan etis terkait pemanfaatan teknologi AI. Partisipasi ini merupakan langkah proaktif dalam mempersiapkan pegawai menghadapi tantangan dan peluang yang dibawa oleh revolusi kecerdasan buatan di lingkungan peradilan. Tujuannya adalah memastikan bahwa informasi dan keputusan berbasis digital yang dihasilkan tetap akurat dan terhindar dari potensi kesalahan AI.

Whats-App-Image-2025-10-15-at-08-12-42

Materi inti dalam diskusi online ini disampaikan oleh pakar terkemuka, AI Expert Muhammad Calvin Capnary, S.E., M.S.M. yang memberikan wawasan mendalam mengenai fenomena "Halusinasi AI". Menurut Calvin Capnary, halusinasi AI adalah kondisi di mana model kecerdasan buatan menghasilkan informasi yang terdengar meyakinkan tetapi faktanya salah atau tidak relevan, yang berpotensi merugikan jika diterapkan di sektor publik. Beliau menekankan bahwa pegawai perlu dibekali dengan kemampuan untuk memverifikasi dan memvalidasi output dari AI sebelum menggunakannya dalam layanan publik. Capnary juga memaparkan serangkaian panduan praktis dan strategi mitigasi risiko untuk meminimalisasi dampak negatif dari kesalahan AI, khususnya dalam proses administrasi dan pengambilan keputusan.

Melalui kegiatan ini, Pengadilan Agama Nganjuk berharap dapat meningkatkan literasi digital dan kesadaran kritis para pegawainya terhadap teknologi AI. Berliana Jayanti, A.Md.M., sebagai perwakilan yang hadir, diharapkan dapat menyebarkan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan-rekan kerja lainnya guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih cerdas dan aman secara digital. Inisiatif kolaboratif seperti ini antara institusi pemerintah, akademisi, dan perusahaan teknologi besar seperti Microsoft sangatlah penting dalam menjamin implementasi AI yang bertanggung jawab dan etis di seluruh sektor publik Indonesia. Dengan demikian, PA Nganjuk siap menyambut era digital dengan integritas data yang terjamin dan pelayanan publik yang semakin berkualitas, berlandaskan pemahaman mendalam tentang potensi dan batasan teknologi AI.

Follow juga akun Media Sosial PA. Nganjuk :

Website : https://www.pa-nganjuk.go.id/             

Instagram : https://www.instagram.com/panganjuk/

Facebook : https://www.facebook.com/pengadilanagama.nganjuk/

Youtube : https://www.youtube.com/@panganjuktv9264/videos

Tiktok : https://www.tiktok.com/@panganjuk