Lumajang - Panitera Pengadilan Agama Lumajang, H. Khadimul Huda, S.H., M.H. menjadi narasumber dalam talkshow pada acara JELITA (Jelajah Informasi dan Berita) yang disiarkan oleh Radio Suara Lumajang pada Rabu, 17 Desember 2025 pukul 08.00 WIB. Talkshow tersebut mengangkat tema penguatan dan optimalisasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPT-PPA) di Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk isu perlindungan anak dalam perkawinan. Acara ini juga menjadi media edukasi hukum bagi masyarakat luas.

Dalam pemaparannya, Panitera PA Lumajang menyampaikan bahwa Pengadilan Agama merupakan benteng terakhir dalam berbagai persoalan keluarga, termasuk perkara dispensasi kawin. Oleh karena itu, instansi lain diharapkan dapat menjadi benteng-benteng awal sebelum perkara sampai ke pengadilan. “Pengadilan Agama adalah benteng terakhir, sehingga keluarga, sekolah, pemerintah desa, serta PPT-PPA harus berperan aktif mencegah terjadinya perkawinan usia anak,” ujarnya. Pencegahan sejak dini dinilai sangat penting demi melindungi hak dan masa depan anak.

Panitera PA Lumajang menjelaskan bahwa permohonan dispensasi kawin harus melalui pertimbangan yang sangat matang demi kepentingan terbaik bagi anak. Ia menegaskan bahwa hakim tidak hanya melihat aspek administratif, tetapi juga kondisi psikologis, kesehatan, dan kesiapan anak. “Dispensasi kawin bukan untuk mempermudah perkawinan anak, melainkan sebagai upaya terakhir dengan pertimbangan perlindungan anak,” tegasnya. Oleh sebab itu, peran pendampingan dan edukasi dari PPT-PPA menjadi sangat penting.

Talkshow JELITA berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari pendengar Radio Suara Lumajang. Diharapkan melalui siaran ini, masyarakat semakin memahami dampak negatif perkawinan usia anak serta pentingnya pencegahan sejak lingkungan terdekat. Panitera PA Lumajang berharap sinergi lintas sektor terus diperkuat dalam menekan angka dispensasi kawin. “Jika semua pihak berperan sebagai benteng perlindungan, maka anak-anak di Kabupaten Lumajang dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” pungkasnya.