Kediri, 5 Januari 2026 - Ketua Pengadilan Agama Kota Kediri, Wakhidah, S.H., S.H.I., M.H., memimpin rapat penyusunan baseline Tahun Anggaran 2027 yang dilaksanakan di Ruang Media Center PA Kota Kediri, Senin (05/01/2026). Kegiatan ini diikuti oleh Wakil Ketua, Panitera, Sekretaris, serta para pejabat terkait sebagai bagian dari proses perencanaan anggaran yang terukur dan akuntabel. Rapat ini menjadi momentum penyelarasan kebutuhan satuan kerja dengan kebijakan perencanaan nasional.

Pembahasan Baseline DIPA 01 pada belanja modal difokuskan pada pengusulan kembali kebutuhan tahun sebelumnya yang belum terpenuhi. Selain itu, pengusulan renovasi gedung wajib dilengkapi analisa teknis dari Dinas Pekerjaan Umum sebagai bentuk mitigasi risiko perencanaan. Untuk pengadaan kendaraan dinas, ditegaskan bahwa usulan harus memperoleh persetujuan Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara (RKBMN).
Pada belanja pegawai DIPA 01, penyusunan baseline mengacu pada gaji bulan Desember 2025 sebagai dasar perhitungan. Sementara itu, belanja barang disusun berdasarkan PMK Nomor 32 Tahun 2025 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2026. Alokasi langganan listrik dibebankan pada satuan kerja, serta pemeliharaan peralatan dan mesin disesuaikan dengan jumlah barang pada Laporan Kondisi Barang.

Selanjutnya, Baseline DIPA 04 membahas program layanan kepada masyarakat pencari keadilan. Pos Bantuan Hukum mengacu pada SK Dirjen Badilag Nomor 067 Tahun 2024 dengan estimasi kebutuhan jumlah penerima layanan per tahun. Pembebasan biaya perkara berpedoman pada SK Dirjen Badilag Nomor 065 Tahun 2022, sedangkan pelaksanaan sidang di luar gedung mengikuti SE Dirjen Badilag Nomor 1 Tahun 2024 dengan jarak minimal 20 km dari satuan kerja.
Dalam sesi usul dan saran Baseline 2027, berbagai masukan strategis disampaikan terkait peningkatan sarana prasarana, kenyamanan ruang kerja, estetika gedung, hingga dukungan teknologi informasi. Ketua PA Kota Kediri menekankan pentingnya skala prioritas dan kesesuaian standar dalam setiap usulan agar berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan. Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk mendorong perencanaan anggaran yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan prima—karena baseline yang solid hari ini adalah fondasi kinerja unggul di masa depan. (fir)