Senin, 5 Januari 2025 Pengadilan Agama Lumajang ikuti Penandatanganan Pakta Integritas, Komitmen Bersama, dan Monitoring Evaluasi (Monev) Kinerja 2025 yang digelar oleh Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya. Acara yang dimulai pada pukul 09.00 wib ini diikuti oleh Panitera Pengganti PTA Surabaya yaitu H. Hadiyatullah, S.H., M.H. dan Panitera PA Lumajang yaitu H. Khadimul Huda, S.H., M.H. melalui zoom meeting di ruang media center PA Lumajang. Mengawali tahun dengan komitmen kuat pada integritas, transparansi, dan akuntabilitas guna mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik di lingkungan peradilan agama, untuk meningkatkan mutu layanan dan kinerja secara menyeluruh di tahun 2025 dan seterusnya, yang juga menjadi bagian dari agenda umum PTA Surabaya.

Acara ini diawali dengan sambutan Ketua PTA Surabaya yaitu Bapak Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H. yang memaparkan tentang 7 (tujuh) Manhaj Peradilan Agung dan 8 (delapan) prinsip kerja profesional. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan pakta integritas untuk Hakim Tinggi, Panitera PTA dan Sekeratris PTA oleh Ketua PTA Surabaya. Lalu dibacakan pakta integritas untuk Kepaniteraan PTA dan PP PTA oleh Panitera PTA Surabaya, selanjutnya pakta integritas untuk kesekretariatan dan pejabat struktural dibacakan oleh Sekretaris PTA Surabaya.

Ketua PTA Surabaya dalam sambutannya menekankan bahwa penandatanganan ini bukan sekadar seremoni formalitas di atas kertas semata. Setiap poin dalam Pakta Integritas wajib diimplementasikan secara nyata guna mencegah segala bentuk praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Hal ini menjadi langkah preventif strategis untuk menjaga marwah lembaga peradilan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum.

Bersamaan dengan acara tersebut, dilaksanakan pula Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap capaian kinerja selama tahun 2025 yang lalu. Rapat evaluasi ini membedah secara mendalam berbagai kendala teknis maupun administratif yang sempat dihadapi oleh tiap satuan kerja. Seluruh peserta rapat menyimak paparan data dengan saksama demi merumuskan solusi terbaik guna optimalisasi pelayanan publik di masa depan. Agenda ditutup dengan penyusunan target strategis yang lebih ambisius namun tetap realistis untuk dicapai pada periode tahun 2026. Pihak pimpinan berharap integrasi antara komitmen integritas dan hasil evaluasi kinerja 2025 dapat memicu akselerasi prestasi organisasi.