Drs. Mohammad Huda Najaya, M.H., Hakim Pengadilan Agama Bondowoso, mengikuti ujian seleksi calon Hakim Tinggi Tahap II di PTA Surabaya. Kegiatan krusial ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari penuh, yakni pada Senin hingga Selasa, 2–3 Februari 2026. Seluruh rangkaian ujian bertempat di aula Pengadilan Tinggi Agama Surabaya dengan jadwal ketat mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Keikutsertaan beliau merupakan langkah penting dalam proses promosi dan peningkatan jenjang karier di lingkungan peradilan agama.
Agenda pada hari pertama difokuskan sepenuhnya pada ujian pembuatan draf putusan untuk tingkat banding. Peserta diuji untuk menunjukkan ketajaman analisis hukum dalam membedah perkara-perkara yang masuk ke tingkat pemeriksaan kedua. Selain itu, tim penguji menekankan pentingnya konsistensi dalam penerapan asas-asas peradilan yang berkeadilan bagi seluruh pihak. Kemampuan menyusun pertimbangan hukum yang komprehensif menjadi poin penilaian utama bagi calon Hakim Tinggi.
Memasuki hari kedua, fokus materi ujian bergeser pada pengujian teknis pembuatan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Sesi ini bertujuan untuk mengukur kecakapan peserta dalam merumuskan temuan pemeriksaan secara sistematis dan objektif. LHP yang akurat sangat diperlukan sebagai landasan bagi pimpinan peradilan dalam mengambil kebijakan atau putusan administratif. Integritas dan ketelitian menjadi aspek fundamental yang dipantau secara ketat selama proses pengerjaan laporan tersebut.

Kegiatan seleksi ini diharapkan dapat menjaring calon Hakim Tinggi yang memiliki kompetensi mumpuni dan integritas yang tak tergoyahkan. Kehadiran Drs. Mohammad Huda Najaya, M.H. menunjukkan kesiapan sumber daya manusia Pengadilan Agama Bondowoso dalam berkompetisi di tingkat nasional. Seluruh proses di PTA Surabaya ini berjalan dengan lancar dan tetap mengedepankan prinsip transparansi serta profesionalisme. Keberhasilan dalam tahapan ini akan membuka peluang besar bagi kontribusi beliau pada level peradilan yang lebih tinggi.